Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Fasilitas Isolasi di Asrama Haji Sudiang
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 20:45 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Panglima TNI dan Kapolri meninjau Fasilitas Isolasi Terintegrasi di Makassar, Sabtu (7/8). Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (7/8). Dalam peninjauan itu, Panglima dan Kapolri didampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Koordinator FIT Asrama Haji, dr Arman Bausat, menuturkan, FIT merupakan rumah sakit darurat yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, maupun dari provinsi lain yang berada di Sulsel.
Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Selama Masa PPKM Turun Drastis
“Salah satu tujuannya untuk memisahkan orang sakit dari orang sehat, sehingga orang sehat tetap bisa bekerja dan produktif,” katanya.
Di FIT Asrama Haji ini, disiapkan 1.500 tempat tidur. Di mana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, atau melalui call center/website telemedicine hallo dokter.
“Adapun beberapa program yang dicanangkan oleh Bapak Plt Gubernur, menyediakan telemedicine hallo dokter. Di mana setiap orang bisa berkonsultasi untuk melakukan komunikasi dengan dokter dan dokternya siap 24 jam. Kita juga ada program Sulsel kebut vaksinasi,” jelasnya.
Baca juga: Epidemiolog Beberkan Tempat Isolasi Ideal bagi Pasien Covid-19
Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Di antaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri, di antaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.
Adapun fasilitas di asrama haji memiliki 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan WiFi. Untuk fasilitas kesehatan, yakni ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, dan alkes lainnya.
Pada kesempatan itu pula, Panglima TNI dan Kapolri menyerahkan bantuan oksigen konsentrator dari Presiden RI Jokowi kepada Wali Kota Makassar, Bupati Gowa, dan Bupati Maros.
Baca juga: Pemerintah Harus Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berpesan untuk menjadikan penggunaan masker dan isolasi mandiri sebagai kebiasaan baru.
“Jadi ke mana-mana kita harus pakai masker. Kalau sakit, lapor ke dokter dan isolasi mandiri. Kalau OTG, maka saya minta untuk isoter. Karena dengan melakukan tindakan seperti itu, sama saja kita menyelamatkan nyawa orang lain terhadap paparan Covid-19,” pesannya.
Koordinator FIT Asrama Haji, dr Arman Bausat, menuturkan, FIT merupakan rumah sakit darurat yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan, yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, maupun dari provinsi lain yang berada di Sulsel.
Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Selama Masa PPKM Turun Drastis
“Salah satu tujuannya untuk memisahkan orang sakit dari orang sehat, sehingga orang sehat tetap bisa bekerja dan produktif,” katanya.
Di FIT Asrama Haji ini, disiapkan 1.500 tempat tidur. Di mana alur penerimaan pasien bisa melalui mandiri, rujukan rumah sakit/puskesmas, atau melalui call center/website telemedicine hallo dokter.
“Adapun beberapa program yang dicanangkan oleh Bapak Plt Gubernur, menyediakan telemedicine hallo dokter. Di mana setiap orang bisa berkonsultasi untuk melakukan komunikasi dengan dokter dan dokternya siap 24 jam. Kita juga ada program Sulsel kebut vaksinasi,” jelasnya.
Baca juga: Epidemiolog Beberkan Tempat Isolasi Ideal bagi Pasien Covid-19
Selama menjalani isolasi di FIT, pasien memiliki kegiatan rutin. Di antaranya olahraga, ibadah, berjemur dan hiburan. Untuk pelayanan check-up kesehatan mandiri, di antaranya disiapkan alat saturasi, oksigen ukur suhu, telemedicine halo dokter. Serta pemantauan pola hidup sehat dengan istirahat cukup, makanan bergizi, minum vitamin dan obat pereda keluhan.
Adapun fasilitas di asrama haji memiliki 15 gedung perawatan, IGD darurat, kapasitas tempat tidur 1.500, standar kamar hotel, wisma tenaga kesehatan, sarana olahraga, sarana ibadah, sarana CCTV dan WiFi. Untuk fasilitas kesehatan, yakni ambulans rujukan, mobile lab, mobil x-ray, mobile PCR, oximetri, oksigen konsentrat, dan alkes lainnya.
Pada kesempatan itu pula, Panglima TNI dan Kapolri menyerahkan bantuan oksigen konsentrator dari Presiden RI Jokowi kepada Wali Kota Makassar, Bupati Gowa, dan Bupati Maros.
Baca juga: Pemerintah Harus Pastikan Stok Vaksin Covid-19 Aman
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, berpesan untuk menjadikan penggunaan masker dan isolasi mandiri sebagai kebiasaan baru.
“Jadi ke mana-mana kita harus pakai masker. Kalau sakit, lapor ke dokter dan isolasi mandiri. Kalau OTG, maka saya minta untuk isoter. Karena dengan melakukan tindakan seperti itu, sama saja kita menyelamatkan nyawa orang lain terhadap paparan Covid-19,” pesannya.
(luq)
Lihat Juga :