Joe Biden Prediksi Jakarta Bakal Tenggelam, Waketum MUI: Jangan Anggap Enteng seperti Corona
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:18 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas turut angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang bikin heboh jagat media nasional. Biden mengendus soal perubahan iklim di dunia dan memprediksi Ibu kota Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan.
Baca juga: Biden Peringatkan Jakarta Terancam Tenggelam dalam 10 Tahun Mendatang
"Pernyataan Joe Biden ini hendaknya jangan kita anggap enteng seperti menyangkut masalah virus corona di masa-masa awal penyebarannya, sehingga akibat dari sikap dan pandangan kita yang seperti itulah penyelesaian masalah Covid-19 di negeri ini sampai hari ini setelah 1,5 tahun berlalu. Jangankan semakin ringan tapi malah semakin berat dan berlarut-larut," ujar Anwar melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Senin (2/8/2021).
Untuk itu, Anwar berharap agar para pemimpin dan ilmuan di negeri atau mereka yang ahli di bidang perubahan iklim dan pemanasan global, bersatu melakukan langkah-langkah atau kajian mengenai persoalan perubahan iklim ini.
"Karena bagaimanapun juga persoalan perubahan iklim dan pemasan global ini tidak bisa kita tangani sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan negara-negara lain melalui badan-badan dan kesepakatan-kesepakatan tingkat dunia," ungkapnya.
Baca juga: Presiden AS Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ariza Beberkan Antisipasi DKI
Lantas Anwar mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa pemicu dari perubahan iklim itu lantaran semakin pesatnya pembangunan di seluruh dunia saat ini. Hal itu tentu akan menghasilkan emisi karbon (CO2 emission) yang semakin meningkat sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Baca juga: Biden Peringatkan Jakarta Terancam Tenggelam dalam 10 Tahun Mendatang
"Pernyataan Joe Biden ini hendaknya jangan kita anggap enteng seperti menyangkut masalah virus corona di masa-masa awal penyebarannya, sehingga akibat dari sikap dan pandangan kita yang seperti itulah penyelesaian masalah Covid-19 di negeri ini sampai hari ini setelah 1,5 tahun berlalu. Jangankan semakin ringan tapi malah semakin berat dan berlarut-larut," ujar Anwar melalui keterangan tertulis kepada MNC Portal, Senin (2/8/2021).
Untuk itu, Anwar berharap agar para pemimpin dan ilmuan di negeri atau mereka yang ahli di bidang perubahan iklim dan pemanasan global, bersatu melakukan langkah-langkah atau kajian mengenai persoalan perubahan iklim ini.
"Karena bagaimanapun juga persoalan perubahan iklim dan pemasan global ini tidak bisa kita tangani sendiri tapi harus secara bersama-sama dengan negara-negara lain melalui badan-badan dan kesepakatan-kesepakatan tingkat dunia," ungkapnya.
Baca juga: Presiden AS Joe Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Ariza Beberkan Antisipasi DKI
Lantas Anwar mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa pemicu dari perubahan iklim itu lantaran semakin pesatnya pembangunan di seluruh dunia saat ini. Hal itu tentu akan menghasilkan emisi karbon (CO2 emission) yang semakin meningkat sehingga akan mendorong terjadinya kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Lihat Juga :