Menyedihkan, Pasutri Aktivis Kemanusiaan Meninggal Dunia Terpapar COVID-19

Minggu, 01 Agustus 2021 - 13:40 WIB
loading...
Menyedihkan, Pasutri...
Pasangan Amirul Mu’minin - Indah Soraya, keluarga pesantren dan aktivis kemanusiaan yang meninggal dunia di hari yang sama akibat COVID-19.
A A A
LAMONGAN - Kisah haru biru menandai kepergian pasangan suami istri Amirul Mu’minin - Indah Soraya, aktivis kemanusiaan asal Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Keduanya meninggal dunia di hari yang sama setelah berjuang melawan Covid-19. Pasangan ini meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammaddiyah Lamongan, Sabtu (31/7/2021).

Pukul 05.30 WIB, Indah Soraya yang juga anak kandung KH Muhtar Mastur dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat sejak 25 Juli 2021. Sementara pukul 20.10 WIB, Amirul Mu’minin aktivis kemanusiaan yang akrab dipanggil Gus Amir juga menyusul istrinya menghadap Ilahi. Gus Amir juga terkonfirmasi positif Covid-19 sejak masuk rumah sakit bersamaan dengan istrinya.

”Belum sempat seminggu dirawat di rumah sakit. Masuk rumah sakit hampir bersamaan, begitu juga dengan meninggalnya. Mbak Indah masuk rumah sakit pagi hari, sementara Gus Amir siang hari. Wafatnya juga beriringan, Mbak Indah pagi hari, Gus Amir malam hari,” ungkap Dzulkifli, adik kandung Indah Soraya.

Baca juga: Bantu Warga Terdampak COVID-19, Fraksi Demokrat Salurkan Sembako di Jatim

Tentu saja, kabar meninggalnya pasangan yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan ini menjadi duka mendalam, khususnya di kalangan Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Terlebih, Gus Amir merupakan salah satu putra kiai ternama di Lamongan, yakni Abdullah Muchtar. Gus Amir dimakamkan di makan Desa/Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, tadi malam.

Gus Amir dikenal sebagai sosok kiai dan aktivis kemanusiaan. Ia telah banyak mendirikan rumah tamping bagi penyandang masalah sosial, mulai dari anak jalanan hingga anak yatim. Ia juga konsen di dunia pendidikan dan menjadi salah satu pemilik lembaga Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur.

Beberapa aktivitas sosialnya, ia pernah menjadi penggagas gerakan penyelamatan korban Tsunami di Aceh tahun 2004 silam. Sebelumnya, ia juga telah mendirikan pondok sadar bagi kalangan anak jalanan di 13 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Gus Amir juga menjadi pendiri dan pelopor panti yatim dan lansia di Vila Durian Yatim Sejahtera Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Tak hanya itu, Gus Amir juga selalu konsen untuk ikut menyelesaikan konflik-konflik sosial. Diantaranya kejadian konflik suku Dayak dan Madura di Sambas, Kalimantan Barat. ”Gus Amir ikut melakukan pemulangan suku Madura dan penyelamatan korban konflik ini,” terang Muhammad Mukhiddin, pengasuh pondok yatim Vila Durian Yartim Sejahtera, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Dikatakan, sebagai salah satu putra kiai ternama di Kabupaten Lamongan, Gus Amir selalu menampakkan sikap kesederhanaan. Bahkan, ia selalu berupa mendekatkan diri dengan kelompok masyarakat dengan masalah sosial. ”Tak jarang beliau mbecak (mengayuh becak) untuk lebih dekat dengan tukang becak. Dari sana, beliau bisa membaca masalah sosialnya dan bergerak untuk menangani,” kenang Gus Mukhiddin, sapaan akrab Muhammad Mukhiddin.

Selama hidup, lanjut Mukhiddin, Gus Amir selalu berpikir kemanusiaan. Lantaran itu, ia tak pernah Lelah mendirikan rumah tampung bagi masyarakat yang berada dalam masalah sosial, seperti anak yatim dan lansia yang tak memiliki keluarga. ”Anak bermasalah dengan hukum juga menjadi konsen penanganan. Atas itulah kami juga kerap menerima anak-anak yang berhadapan dengan hukum,” tandasnya.

Pasangan Amirul Mu’minin - Indah Soraya memang dikenal sebagai putra-putri kiai di kalangan pesantren yang aktif dalam misi kemanusiaan. Pasangan ini meninggalkan tiga putra yang salah satunya mengelola lembaga pendidikan Bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur.

Mukhiddin menyebut, pasangan ini kerap bersinergi untuk melakukan aksi-aksi sosial dan kemanusiaan dengan mengabaikan kepentingan keluarganya sendiri. ”Hidupnya sederhana, tapi selalu memikirkan orang lain. Bahkan Gus Amir dan istrinya tidak pernah berpikir kemewahan untuk keluarganya. Persis seperti yang dilakukan ayahnya, KH Abdullah Muchtar,” pungkasnya
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kolaborasi Akademisi...
Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan
Polisi Tampilkan Foto...
Polisi Tampilkan Foto Terduga Eksekutor Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Ungkap Kondisi Andrie...
Ungkap Kondisi Andrie Yunus, Koordinator KontraS: Mata Utuh, tapi Dikhawatirkan Tak Berfungsi 100 Persen
Polisi Sita Helm Pelaku...
Polisi Sita Helm Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
LPSK Beri Perlindungan...
LPSK Beri Perlindungan Darurat ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved