Kisah Calon Bintara Polri yang Namanya Dihapus, Rafael: Kecewa, Sedih dan Malu
Jum'at, 30 Juli 2021 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, peristiwa Rafael menjadi viral setelah diunggah oleh akun media sosial Facebook atas nama Christofel Tumalun. Dalam unggahannya tersebut dia meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri.
Dalam unggahan videonya, Christofel Tumalun menyampaikan bahwa anaknya yang mengikuti tes penerimaan Calon Bintara Polri 2021 atas nama Rafael Malalangi asal Minahasa Selatan pada 22 Juli 2021.
"Dan pada saat pengumuma yang disiarkan live streaming, disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow dan jadi suatu kebanggaan bagi kami keluarga, kami langsung membuat ibadah syukur," kata Christofel Tumalun, Kamis (29/7/2021).
Tetapi hari ini tanggal 29 Juli 2021, kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan orang lain.
"Apakah ini adil pak, kami orang susah, orang tak punya pak, kami mohon keadilan, mohon bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kiranya anak kami dapat pendidikan. Atas bantuannya kami keluarga dan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow menyampaikan terima kasih. Kepada bapak Kapolri dan Bapak Presiden, kami di sini minta keadilan untuk anak kami, terima kasih," tuturnya.
Polda Sulut Beri Penjelasan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Pol Jules Abast menjelasn, calon siswa Bintara Rafael Malalangi dan orang tuanya sudah dipanggil dan diberi penjelasan di Polda Sulut. Pemanggilan dilakukan bersamaan dengan keluarga calon siswa Franco Kowal yang mengajukan keberatan karena dinyatakan tidak lulus.
Dalam unggahan videonya, Christofel Tumalun menyampaikan bahwa anaknya yang mengikuti tes penerimaan Calon Bintara Polri 2021 atas nama Rafael Malalangi asal Minahasa Selatan pada 22 Juli 2021.
"Dan pada saat pengumuma yang disiarkan live streaming, disaksikan oleh seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow dan jadi suatu kebanggaan bagi kami keluarga, kami langsung membuat ibadah syukur," kata Christofel Tumalun, Kamis (29/7/2021).
Tetapi hari ini tanggal 29 Juli 2021, kami menerima surat bahwa anak kami dinyatakan tidak lulus dan sudah digantikan orang lain.
"Apakah ini adil pak, kami orang susah, orang tak punya pak, kami mohon keadilan, mohon bantuan dari Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Kapolri, kiranya anak kami dapat pendidikan. Atas bantuannya kami keluarga dan seluruh masyarakat Desa Pinapalangkow menyampaikan terima kasih. Kepada bapak Kapolri dan Bapak Presiden, kami di sini minta keadilan untuk anak kami, terima kasih," tuturnya.
Polda Sulut Beri Penjelasan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Pol Jules Abast menjelasn, calon siswa Bintara Rafael Malalangi dan orang tuanya sudah dipanggil dan diberi penjelasan di Polda Sulut. Pemanggilan dilakukan bersamaan dengan keluarga calon siswa Franco Kowal yang mengajukan keberatan karena dinyatakan tidak lulus.
Lihat Juga :