Kena Razia STRP di Pos Penyekatan, Pengendara Buru Jalan Alternatif
Senin, 26 Juli 2021 - 17:58 WIB
loading...
Posko penyekatan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021). Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A
A
A
JAKARTA - Ada saja tingkah para pengendara yang terkena razia di pos penyekatan PPKM level 4, seperti yang terjadi di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021). Mereka yang tak bisa melanjutkan perjalanan akibat tak memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP) memutuskan untuk mencari jalan alternatif.
Iwan warga Depok yang bekerja di sebuah toko material di kawasan Matraman Jakarta Timur mengaku, terganggu dengan adanya pemeriksaan di pos penyekatan. Pasalnya, dia tak bisa berangkat kerja karena tidak memiliki STRP sebagai syarat melakukan perjalanan.
"Biasanya berangkat siangan bisa masuk, tapi karena tadi disuruh bos berangkat pagi eh malah kena razia jadi enggak bisa nerusin ke tempat kerjaan," kata Iwan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021).
Kendati tidak bisa meneruskan perjalanan, dia mengaku akan mencari jalur alternatif demi sampai ke tempat pekerjaan. Hal itu dilakukannya lantaran kebutuhan untuk menafkahi keluarga.
"Iya mau bagaimana, bukannya engga taat aturan, ini juga kebutuhan. Hukumnya wajib malah nafkahin istri sama anak. Kalau engga kerja dapat duit dari mana? Kalau engga nurut, dipecat bagaimana?" cetusnya.
Iwan warga Depok yang bekerja di sebuah toko material di kawasan Matraman Jakarta Timur mengaku, terganggu dengan adanya pemeriksaan di pos penyekatan. Pasalnya, dia tak bisa berangkat kerja karena tidak memiliki STRP sebagai syarat melakukan perjalanan.
"Biasanya berangkat siangan bisa masuk, tapi karena tadi disuruh bos berangkat pagi eh malah kena razia jadi enggak bisa nerusin ke tempat kerjaan," kata Iwan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021).
Kendati tidak bisa meneruskan perjalanan, dia mengaku akan mencari jalur alternatif demi sampai ke tempat pekerjaan. Hal itu dilakukannya lantaran kebutuhan untuk menafkahi keluarga.
"Iya mau bagaimana, bukannya engga taat aturan, ini juga kebutuhan. Hukumnya wajib malah nafkahin istri sama anak. Kalau engga kerja dapat duit dari mana? Kalau engga nurut, dipecat bagaimana?" cetusnya.
Lihat Juga :