RS Otak di Sulsel Bakal Dibangun 2022, Kemenkes Siapkan Rp900 M
Jum'at, 04 Juni 2021 - 15:47 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bertemu rombongan Kemenkes, Jumat 4 Juni 2021. Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana membangun Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional di Sulsel. Proyek yang bakal dikerjasamakan dengan Pemprov Sulsel itu tengah dikaji penempatan lokasinya.
Rencana itu mengemuka dalam kunjungan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes RI , Prof dr Abdul Kadir di kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021). Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menerima kunjungan itu menyambut baik rencana tersebut.
Baca juga:Abdul Hayat Dorong Pelaku UMKM Pasarkan Produk hingga Luar Negeri
Kedatangan rombongan Kemenkes tersebut untuk melakukan survei di beberapa titik lokasi rencana pembangunan. Anggarannya sudah disiapkan sebesar Rp900 miliar yang bersumber dari APBN.
“Rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Anggarannya sekitar Rp 900 Miliar dari APBN," ungkap Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman.
Dia melanjutkan, RS Pusat Otak Nasional itu ke depan tidak hanya untuk penanganan otak. Namun juga sebagai pusat pelayanan jantung, stroke, hingga kanker yang melayani di kawasan Timur Indonesia. Pemprov Sulsel dalam proyek ini akan membantu dalam penyediaan lahan pembangunan.
"Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik pemprov. Intinya lokasi yang aksebilitas yang cepat untuk daerah, dan juga cepat dari luar," ujarnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tunggu Juklak Jadwal Seleksi CPNS-PPPK
Dalam kesempatannya, Andi Sudirman mengusulkan agar penamaan RS tersebut nantinya menjadi rumah sehat. Dengan harapan, tidak hanya untuk penanganan, namun mengutamakan pencegahan.
"Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat sehingga masyarakat ke rumah sehat, bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan," beber Andi Sudirman.
Olehnya itu, untuk mendukung hal itu puskesmas akan didorong untuk aktif terlibat memberikan pelayanan kesehatan. “Seperti namanya sebagai Pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan," jelasnya.
Diketahui, kunjungan rombongan Kemenkes ke Sulsel, khususnya Kota Makassar, merupakan kali kedua setelah Sabtu 17 April 2021 lalu. Saat itu, Dirjen Yankes Kemenkes RI, Prof dr Abdul Kadir menegaskan, proyek tersebut digadang-gadang menjadi RS Pusat Otak Nasional setelah yang dibangun di Jakarta.
Baca juga:Sekprov Sulsel Dorong Semua Pihak Ciptakan Lingkungan Positif untuk Anak
"Kami mohon bantuan bapak Plt Gubernur untuk merealisasikan rencana pembangunan rumah sakit ini. Dan kami siapkan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk bangunan gedung dan peralatan rumah sakit," ungkap Abdul Kadir.
RS itu nantinya akan dibangun berstandar internasional. Bahkan bisa menjadi peluang besar untuk Sulsel, karena akan melayani masyarakat di Indonesia bagian Timur.
Rencana itu mengemuka dalam kunjungan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes RI , Prof dr Abdul Kadir di kantor Gubernur Sulsel, Jumat (4/6/2021). Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menerima kunjungan itu menyambut baik rencana tersebut.
Baca juga:Abdul Hayat Dorong Pelaku UMKM Pasarkan Produk hingga Luar Negeri
Kedatangan rombongan Kemenkes tersebut untuk melakukan survei di beberapa titik lokasi rencana pembangunan. Anggarannya sudah disiapkan sebesar Rp900 miliar yang bersumber dari APBN.
“Rencana pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ini merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Anggarannya sekitar Rp 900 Miliar dari APBN," ungkap Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman.
Dia melanjutkan, RS Pusat Otak Nasional itu ke depan tidak hanya untuk penanganan otak. Namun juga sebagai pusat pelayanan jantung, stroke, hingga kanker yang melayani di kawasan Timur Indonesia. Pemprov Sulsel dalam proyek ini akan membantu dalam penyediaan lahan pembangunan.
"Untuk rencana proses pengerjaan fisik diperkirakan pada tahun 2022. Saat ini, masih melakukan survei lokasi di beberapa lahan aset milik pemprov. Intinya lokasi yang aksebilitas yang cepat untuk daerah, dan juga cepat dari luar," ujarnya.
Baca juga:Pemprov Sulsel Tunggu Juklak Jadwal Seleksi CPNS-PPPK
Dalam kesempatannya, Andi Sudirman mengusulkan agar penamaan RS tersebut nantinya menjadi rumah sehat. Dengan harapan, tidak hanya untuk penanganan, namun mengutamakan pencegahan.
"Kita usul agar nomenklatur sedianya bisa diubah nama menjadi rumah sehat sehingga masyarakat ke rumah sehat, bukan karena sakit tapi lebih banyak karena sifatnya preventif. Kita ingin menggagas rumah sehat, meski ada penanganan melalui recovery (pemulihan), namun kita lebih perkuat bagaimana pencegahan," beber Andi Sudirman.
Olehnya itu, untuk mendukung hal itu puskesmas akan didorong untuk aktif terlibat memberikan pelayanan kesehatan. “Seperti namanya sebagai Pusat kesehatan masyarakat, bisa menjadi promotor kesehatan. Sehingga saling menguatkan dengan Puskesmas di seluruh Sulawesi Selatan, sebagai garda terdepan promotor kesehatan," jelasnya.
Diketahui, kunjungan rombongan Kemenkes ke Sulsel, khususnya Kota Makassar, merupakan kali kedua setelah Sabtu 17 April 2021 lalu. Saat itu, Dirjen Yankes Kemenkes RI, Prof dr Abdul Kadir menegaskan, proyek tersebut digadang-gadang menjadi RS Pusat Otak Nasional setelah yang dibangun di Jakarta.
Baca juga:Sekprov Sulsel Dorong Semua Pihak Ciptakan Lingkungan Positif untuk Anak
"Kami mohon bantuan bapak Plt Gubernur untuk merealisasikan rencana pembangunan rumah sakit ini. Dan kami siapkan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk bangunan gedung dan peralatan rumah sakit," ungkap Abdul Kadir.
RS itu nantinya akan dibangun berstandar internasional. Bahkan bisa menjadi peluang besar untuk Sulsel, karena akan melayani masyarakat di Indonesia bagian Timur.
(luq)
Lihat Juga :