Ampuh Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Dilanjutkan Sepekan
Minggu, 25 Juli 2021 - 20:18 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memutuskan menerapkan sistem ganjil genap selama sepekan. MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Satgas COVID-19 Kota Bogor memutuskan untuk memperpanjang aturan ganjil genap selama sepekan ke depan terhitung mulai 26 Juli-1 Agustus 2021. Keputusan ini menyusul efektivitas ganjil genap untuk menekan mobilitas masyarakat.
"Satgas Kota Bogor memperpanjang ganjil genap pada hari kerja, tidak hanya hari weekend dan ini akan berlangsung selama satu minggu ke depan," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).
Ganjil genap ini diharapkan dapat lebih mengatur mobilitas masyarakat di wilayah Kota Bogor. Karena itu, perlu dukungan dari semua elemen masyarakat. (Baca juga; Suasana Ganjil Genap Hari Terakhir di Kota Bogor saat Perpanjangan PPKM Darurat )
"Mengapa ini kami lakukan? Sekali lagi, kami ingin mengubah dari melarang jadi mengatur. Mengatur agar masyarakat menahan diri satu hari untuk tidak keluar untuk membelanjakan kebutuhan dan sebagainya. Keberhasilan kita mengatasi COVID-19 ini sangat bergantung pada masyarakat," ungkap Susatyo.
Terkait aturan, tetap sama dengan ganjil genap sebelumnya dengan 17 titik check point selama 24 jam secara situasional. Dalam hal ini, petugas juga akan memantau sentra perdagangan apakah ganjil genap sejalan dengan angka pengunjung.
"Satgas Kota Bogor memperpanjang ganjil genap pada hari kerja, tidak hanya hari weekend dan ini akan berlangsung selama satu minggu ke depan," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan, Minggu (25/7/2021).
Ganjil genap ini diharapkan dapat lebih mengatur mobilitas masyarakat di wilayah Kota Bogor. Karena itu, perlu dukungan dari semua elemen masyarakat. (Baca juga; Suasana Ganjil Genap Hari Terakhir di Kota Bogor saat Perpanjangan PPKM Darurat )
"Mengapa ini kami lakukan? Sekali lagi, kami ingin mengubah dari melarang jadi mengatur. Mengatur agar masyarakat menahan diri satu hari untuk tidak keluar untuk membelanjakan kebutuhan dan sebagainya. Keberhasilan kita mengatasi COVID-19 ini sangat bergantung pada masyarakat," ungkap Susatyo.
Terkait aturan, tetap sama dengan ganjil genap sebelumnya dengan 17 titik check point selama 24 jam secara situasional. Dalam hal ini, petugas juga akan memantau sentra perdagangan apakah ganjil genap sejalan dengan angka pengunjung.
Lihat Juga :