Mobilitas Masyarakat Masih Tinggi, Anies Minta Pimpinan Perusahaan Ikut Ambil Tanggung Jawab

Kamis, 15 Juli 2021 - 11:21 WIB
loading...
Mobilitas Masyarakat...
Gubernur Anies Baswedan bersama Dirlantas Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, meninjau pos penyekatan PPKM Darurat di Underpass Mampang Prapatan, Kamis (15/7/2021) pagi. Foto: MNC Portal/Muhammad Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau titik penyekatan baru di Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2021) pagi. Anies didampingi Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

Anies melihat mobilitas masyarakat masih tinggi. Ia meminta pimpinan perusahaan ikut mengambil tanggung jawab.

Baca juga: Anies Bersama Dirlantas dan Pangdam Tinjau Penyekatan di Mampang Prapatan, Kamacetan Masih Mengular

"Pesan utamanya adalah kita jaga keselamatan semua. Caranya mengurangi potensi penularan. Karena itulah saya meminta kepada pimpinan perusahaan, para pemilik perusahaan, untuk ikut ambil tanggung jawab. Artinya walaupun berada di sektor esensial dan kritikal, aturlah sedemikian rupa sehingga seminimal mungkin tidak harus bekerja di kantor," ujar Anies saat jumpa pers di Halte Transjakarta Mampang Prapatan..

Anies menegaskan, aturan sudah jelas mengenai batas pekerjaan di front office maupun back office. Tapi, bukan sekadar mentaati melainkan berfikir untuk menyelamatkan sesama, termasuk karyawan yang bekerja.

Baca juga: Hari Pertama Penyekatan di Jalan DI Panjaitan, Ratusan Kendaraan Mengarah Casablanca Diputar Balik

"Ketentuan pemerintahnya ada di situ, ada ketentuannya berapa persen di front office, berapa persen yang di back office. Tetapi, ini bukan soal mentaati ketentuan saja. Ini adalah soal menyelamatkan kita semua, termasuk menyelamatkan karyawan atau pegawai yang bekerja untuk perusahaan Anda," tuturnya.

"Jadi kepada para pimpinan perusahaan supaya irit di dalam mengeluarkan surat keterangan bekerja untuk karyawannya. Jangan sampai karyawannya sesungguhnya bisa bekerja dari rumah tetapi kebijakan perusahaan mengharuskan mereka bekerja di kantor atau di tempat kerja maka terjadilah mobilitas yang tetap tinggi terjadilah potensi penularan. Ini pengendalian bukan untuk kepentingan pengendalian, tapi ini kepentingan menyelamatkan sesama," imbuhnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
Rekomendasi
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Berita Terkini
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Infografis
Banyak Korban Jiwa,...
Banyak Korban Jiwa, Kasus Kecelakaan di Jalan Tol Masih Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved