Tak Terima Istri yang Hamil Dipukul Satpol PP saat Razia, Pemilik Kafe Melawan

Kamis, 15 Juli 2021 - 03:57 WIB
loading...
Tak Terima Istri yang...
Petugas Satpol PP dan pemilik kafe saat terlibat cekcok dengan saat razia, tak terima dirazia pemilik kafe mengamuk dan coba lawan petugas. Foto: iNewsTV/Bugma
A A A
GOWA - Kericuhan terjadi antara pemilik kafe yang melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan petugas Satpol PP saat razia PPKM di salah satu kafé, di Gowa , Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Rabu (14/7/2021) malam.

Pemilik kafe yang tidak terima ditegur karena masih membuka kafe saat melewati aturan PPKM tiba-tiba dipukul petugas Satpol PP sehingga timbul kericuhan .

Tak Terima Istri yang Hamil Dipukul Satpol PP saat Razia, Pemilik Kafe Melawan

Baca juga: Gondol Rp363 Juta, 4 Perampok Nasabah Bank di Papua Tak Berkutik Diringkus di Makassar

Kericuhan ini terjadi saat petugas Satpol PP, Polisi dan TNI melakukan razia pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di kafe Ivan, Jalan Poros Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Pemilik kafe yang tidak terima istrinya dipukul langsung mencoba mencegah tindakan selanjutnya dari Satpol PP hingga kericuhan pun tak terhindarkan.

Tak Terima Istri yang Hamil Dipukul Satpol PP saat Razia, Pemilik Kafe Melawan

Baca juga: Pasca-Pembunuhan Polisi Pukul Mundur Ratusan Massa yang Nyaris Merusak Ambulans di Manggala Makassar


Namun untuk menghindari kericuhan yang lebih parah, petugas langsung meninggalkan lokasi kafe

Menurut petugas Satpol PP yang melakukan razia, kericuhan berawal saat pemilik kafe menolak kafenya diminta untuk ditutup.Meski terjadi kericuhan petugas tetap melanjutkan razia PPKM ini di sejumlah lokasi berbeda.

Sementara itu, Pjs Sekda Kabupaten Gowa, Kamsinah yang terjun langsung ke lokasi bersama petugas langsung memberikan edukasi dan pemahaman kepada pemilik kafe tentang aturan PPKM.

Tak Terima Istri yang Hamil Dipukul Satpol PP saat Razia, Pemilik Kafe Melawan

Baca juga: Papua Memanas, Gubernur Lukas Enembe Copot Sekda Dance Flassy

“Kami berikan edukasi bagaimana aturan PPKM, kalau bisa dikecilkan suara musiknya, apalagi jam operasi dibatasi, dalam aturan sesuai surat edaran jam 19.00 Wita sudah tutup, sementara dia buka pukul 20.00 Wita lewat,” katanya.

Terkait kericuhan, Kamsinah menyebutkan, kemungkinan terjadi kesalahpahaman antara pemilik kafé dan petugas. Namun dia memastikan terjadi pelanggaran prokes sesuai dengan surat edaran pemberlakuan PPKM Mikro di seluruh wilayah Gowa.

“Intinya kami ini melakukan razia, persuasif dan sopan kita masuk, yang jelas disana terjadi pelanggaran, karena di surat edaran itu, wajib tutup pukul 19.00 Wita, Sementara di kafé ini pintunya masih buka dan suara musiknya berbunyi keras,” tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesaksian Pedagang saat...
Kesaksian Pedagang saat Amuk Massa di TMP Kalibata yang Nyaris Terpanggang dalam Ruko
Kongres BEM PTAI Se-Indonesia...
Kongres BEM PTAI Se-Indonesia di Palembang Ricuh
Rusuh di Yalimo Dipicu...
Rusuh di Yalimo Dipicu Perselisihan Anak Sekolah yang Kurang Tuntas Penyelesaiannya
Polisi Lepas 10 Anak...
Polisi Lepas 10 Anak yang Sebelumnya Ditetapkan Tersangka Kericuhan di Bekasi
Kericuhan Meluas hingga...
Kericuhan Meluas hingga Jatinegara, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Hari Ini Jemaah An-Nadzir...
Hari Ini Jemaah An-Nadzir di Gowa Gelar Salat Iduladha
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Kekacauan di Kalibata:...
Kekacauan di Kalibata: Pusat Kuliner Ludes Terbakar Setelah Dua Penagih Utang Ditemukan Terluka
Kericuhan Mewarnai Pembukaan...
Kericuhan Mewarnai Pembukaan Muktamar PPP, Jubir: Penyusup yang Sengaja Datang Bikin Gaduh
Rekomendasi
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Luís Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved