Serius Tangani COVID-19, BPSDMD Jateng dan Asrama Haji Donohudan Jadi RS Darurat
Rabu, 14 Juli 2021 - 21:23 WIB
loading...
BPSDM Jateng dan Asrama Haji Donohudan dijadikan RS Darurat.Foto/dok
A
A
A
SEMARANG - Kompleks BPSDMD atau Diklat Jawa Tengah di Kota Semarang dan Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali dikonversi menjadi rumah sakit darurat COVID-19. Selain itu beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Jateng juga akan dikonversi menjadi rumah sakit khusus COVID-19.
"Ada dua cara menyiapkan rumah sakit COVID-19. Pertama mengonversi rumah sakit yang kita miliki untuk dijadikan rumah sakit khusus COVID-19. Kedua, kita siapkan dua tempat di Asrama Haji Donohudan dan Diklat Pemprov di Srondol untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (14/7/2021).
RSUD yang sudah pasti dikonversi menjadi rumah sakit khusus COVID-19 adalah RSUD Tugurejo di Semarang. Rumah sakit itu dikonversi 100 persen untuk penanganan COVID-19. Namun masih ada dua layanan yang diterima di rumah sakit itu yaitu hemodialisa dan kanker.
Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Jalani Isoman Usai Positif COVID-19
"Kota akan pakai Rumah Sakit Tugurejo Semarang, 100 persen. Terus RSUD Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo juga akan dikonversi 75 persen untuk rumah sakit COVID-19 karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu. Kita optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini," kata Ganjar.
Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus COVID-19. Terkait hal ini beberapa daerah sudah dalam proses mengkonversi rumah sakit. "Saya berharap ada juga rumah sakit milik kabupaten/kota yang dikasihkan untuk rumah sakit khusus COVID-19," katanya.
Sementara untuk konversi Diklat Srondol dan Donohudan menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sedang dalam proses. Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan. Pada hari Kamis (15/7/2021) dijadwalkan akan ada visitasi lanjutan dengan bersama Kementerian PUPR untuk Diklat Srondol dan Asrama Haji Donohudan.
"Ada dua cara menyiapkan rumah sakit COVID-19. Pertama mengonversi rumah sakit yang kita miliki untuk dijadikan rumah sakit khusus COVID-19. Kedua, kita siapkan dua tempat di Asrama Haji Donohudan dan Diklat Pemprov di Srondol untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (14/7/2021).
RSUD yang sudah pasti dikonversi menjadi rumah sakit khusus COVID-19 adalah RSUD Tugurejo di Semarang. Rumah sakit itu dikonversi 100 persen untuk penanganan COVID-19. Namun masih ada dua layanan yang diterima di rumah sakit itu yaitu hemodialisa dan kanker.
Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Jalani Isoman Usai Positif COVID-19
"Kota akan pakai Rumah Sakit Tugurejo Semarang, 100 persen. Terus RSUD Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo juga akan dikonversi 75 persen untuk rumah sakit COVID-19 karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu. Kita optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini," kata Ganjar.
Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus COVID-19. Terkait hal ini beberapa daerah sudah dalam proses mengkonversi rumah sakit. "Saya berharap ada juga rumah sakit milik kabupaten/kota yang dikasihkan untuk rumah sakit khusus COVID-19," katanya.
Sementara untuk konversi Diklat Srondol dan Donohudan menjadi rumah sakit darurat Covid-19 sedang dalam proses. Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan. Pada hari Kamis (15/7/2021) dijadwalkan akan ada visitasi lanjutan dengan bersama Kementerian PUPR untuk Diklat Srondol dan Asrama Haji Donohudan.
Lihat Juga :