Luar Biasa! ITS Raih Peringkat Dunia di Bidang Computer Science
Rabu, 27 Mei 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
Setelah berhasil menyalip perguruan tinggi yang menjadi pesaing beratnya tahun lalu, ITS tak lantas kemudian mengistirahatkan diri dari medan pertempuran. "Transfer pengetahuan dan pendapatan industri justru harus semakin digenjot," jelasnya.
Ketut mengatakan, pihaknya akan terus mendukung program-program internasionalisasi, meski kini telah berhasil merebut predikat peringkat satu di bidang Computer Science dari Universitas Indonesia (UI). Menurutnya, di tengah pandemi saat ini justru akan membuka peluang kerja sama, publikasi, dan supervisi dengan universitas ternama dunia lebih mudah melalui daring.
"Sebagai bentuk pertahanan, saat ini kami telah memulai memberikan penawaran kerja sama untuk beberapa topik penelitian dengan peneliti asal Northeastern University, Boston dan Shibaura Institute of Technology, Jepang," ungkapnya. Selain itu, enam dosen dari fakultasnya juga terlibat dalam MIT Indonesia Research Alliance (MIRA) yang berpartner dengan MIT, Amerika Serikat, universitas peringkat satu dunia.
Melihat nilai pada aspek industry income dan international outlook, masing-masing telah mencapai 50,9 dan 37,7 poin. "Apabila program seperti International Undergraduate Program (IUP) dan kunjungan riset internasional terus didukung, tentu akan memberikan dongkrakan nilai lebih untuk ITS," ujar dosen Teknik Komputer ini.
Ketut berharap, naik dan memuncaknya peringkat di bidang Computer Science di kancah dunia ini dapat memotivasi kinerja riset di lingkungan ITS. "Di samping itu, tentu menjadi harapan kita bersama agar bukan hanya di bidang Computer Science ITS mampu menduduki peringkat satu," katanya.
Ketut mengatakan, pihaknya akan terus mendukung program-program internasionalisasi, meski kini telah berhasil merebut predikat peringkat satu di bidang Computer Science dari Universitas Indonesia (UI). Menurutnya, di tengah pandemi saat ini justru akan membuka peluang kerja sama, publikasi, dan supervisi dengan universitas ternama dunia lebih mudah melalui daring.
"Sebagai bentuk pertahanan, saat ini kami telah memulai memberikan penawaran kerja sama untuk beberapa topik penelitian dengan peneliti asal Northeastern University, Boston dan Shibaura Institute of Technology, Jepang," ungkapnya. Selain itu, enam dosen dari fakultasnya juga terlibat dalam MIT Indonesia Research Alliance (MIRA) yang berpartner dengan MIT, Amerika Serikat, universitas peringkat satu dunia.
Melihat nilai pada aspek industry income dan international outlook, masing-masing telah mencapai 50,9 dan 37,7 poin. "Apabila program seperti International Undergraduate Program (IUP) dan kunjungan riset internasional terus didukung, tentu akan memberikan dongkrakan nilai lebih untuk ITS," ujar dosen Teknik Komputer ini.
Ketut berharap, naik dan memuncaknya peringkat di bidang Computer Science di kancah dunia ini dapat memotivasi kinerja riset di lingkungan ITS. "Di samping itu, tentu menjadi harapan kita bersama agar bukan hanya di bidang Computer Science ITS mampu menduduki peringkat satu," katanya.
(eyt)