PPKM Darurat, KAI Klaim Mobilitas Pengguna Kereta Menurun
Kamis, 08 Juli 2021 - 15:17 WIB
loading...
Memasuki hari kelima PPKM Darurat, pengguna jasa kereta api mengalami penurunan. Tak hanya Commuter Jabodetabek, penurunan pengguna juga terlihat di pada KA lokal, KA Jarak Jauh, dan KA Bandara. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Memasuki hari kelima PPKM Darurat , pengguna jasa kereta api mengalami penurunan. Tak hanya Commuter Jabodetabek , penurunan pengguna juga terlihat di pada KA lokal, KA Jarak Jauh, dan KA Bandara.
Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus menjelaskan, selama penerapan PPKM Darurat 3-7 Juli 2021 jumlah pengguna Kereta Api sebanyak 246.909 orang atau turun 33% dibandingkan periode yang sama. Penurunan terbesar terjadi pada pengguna KA Lokal sebesar 60%.
“Penurunan jumlah pelanggan Kereta Api ini menunjukkan pertanda positif, masyarakat mulai mematuhi kebijakan pemerintah untuk meminimalisasi mobilitasnya selama PPKM Darurat,” kata Joni melalui siaran persnya, Kamis (8/7/2021).
Joni memperkirakan, ke depan jumlah pelanggan Kereta Api akan semakin menurun seiring dengan semakin gencarnya pemerintah melakukan sosialisasi terkait PPKM Darurat kepada masyarakat. (Baca juga; Evaluasi PPKM Darurat, Menhub Instruksikan Perketat Perjalanan Transportasi )
Sementara mengenai penjualan tiket di masa PPKM Darurat, KAI menegaskan pihaknya hanya menjual sebanyak 70% dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan KA Bandara, sebanyak 50% untuk KA Lokal, sedangkan KRL Commuter Line diizinkan maksimal 32% atau 52 pelanggan per kereta dari yang sebelumnya 74 orang per kereta.
“Untuk menjaga agar jumlah pengguna di dalam KRL sesuai aturan tersebut, KAI Commuter lakukan penyekatan yang lebih ketat di stasiun-stasiun ramai khususnya pada jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari,” tambah Joni. (Baca juga; 4 Polisi Bersitegang dengan Paspampres di Pos PPKM Darurat Jakbar Diperiksa Propam Polda Metro )
Di samping memperkecil kapasitas penumpang, KAI juga mengurangi jumlah perjalanan Kereta Api untuk mengoptimalkan pembatasan mobilisasi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak. Rata-rata Kereta Api yang dijalankan KAI Group pada PPKM Darurat adalah 1.241 Kereta Api per hari, turun 13% dibanding periode Juni, yaitu 1.430 Kereta Api per hari.
Vice President Public Relations KAI, Joni Martinus menjelaskan, selama penerapan PPKM Darurat 3-7 Juli 2021 jumlah pengguna Kereta Api sebanyak 246.909 orang atau turun 33% dibandingkan periode yang sama. Penurunan terbesar terjadi pada pengguna KA Lokal sebesar 60%.
“Penurunan jumlah pelanggan Kereta Api ini menunjukkan pertanda positif, masyarakat mulai mematuhi kebijakan pemerintah untuk meminimalisasi mobilitasnya selama PPKM Darurat,” kata Joni melalui siaran persnya, Kamis (8/7/2021).
Joni memperkirakan, ke depan jumlah pelanggan Kereta Api akan semakin menurun seiring dengan semakin gencarnya pemerintah melakukan sosialisasi terkait PPKM Darurat kepada masyarakat. (Baca juga; Evaluasi PPKM Darurat, Menhub Instruksikan Perketat Perjalanan Transportasi )
Sementara mengenai penjualan tiket di masa PPKM Darurat, KAI menegaskan pihaknya hanya menjual sebanyak 70% dari kapasitas maksimal tempat duduk untuk KA Jarak Jauh dan KA Bandara, sebanyak 50% untuk KA Lokal, sedangkan KRL Commuter Line diizinkan maksimal 32% atau 52 pelanggan per kereta dari yang sebelumnya 74 orang per kereta.
“Untuk menjaga agar jumlah pengguna di dalam KRL sesuai aturan tersebut, KAI Commuter lakukan penyekatan yang lebih ketat di stasiun-stasiun ramai khususnya pada jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari,” tambah Joni. (Baca juga; 4 Polisi Bersitegang dengan Paspampres di Pos PPKM Darurat Jakbar Diperiksa Propam Polda Metro )
Di samping memperkecil kapasitas penumpang, KAI juga mengurangi jumlah perjalanan Kereta Api untuk mengoptimalkan pembatasan mobilisasi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak. Rata-rata Kereta Api yang dijalankan KAI Group pada PPKM Darurat adalah 1.241 Kereta Api per hari, turun 13% dibanding periode Juni, yaitu 1.430 Kereta Api per hari.
Lihat Juga :