Polda Metro Jaya Bakal Buat Jalur Khusus Petugas Esensial dan Kritikal di Titik Penyekatan
Selasa, 06 Juli 2021 - 13:40 WIB
loading...
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran bersama Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mulyo Aji saat meninjau pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali di Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya di Pos Pembatasan Mobilitas PPKM Darurat pada Selasa (6/7/2021) tadi. Foto/SINDOnew
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya akan membuat jalur untuk memisahkan pekerja di sektor esensial dan kritikal di sejumlah titik penyekatan. Ini dilakukan agar para tenaga kesehatan tidak mengalami keterlambatan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, bakal membuat jalur-jalur yang lebih baik bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal, seperti tenaga kesehatan agar bisa melintasi jalanan di Jakarta. Sebabnya, dia tak ingin mereka menjadi terhambat.
"Kami sudah evaluasi dengan Pangdam, besok akan buat jalur-jalur yang lebih baik jalur untuk nakes, krtikal, esensial, masing-masing roda dua dan roda empat," ujarnya pada wartawan, Selasa (6/7/2021). Baca: Ketika Anies Baswedan Marah saat Temukan Perusahaan Tidak Terapkan WFH 100%
Menurutnya, masyarakat harus taat dengan jalur yang telah ada agar nantinya antrean kendaraan yang hendak melintas berjalan rapi dan tidak terjadi saling serobot. Disamping itu, Fadil tak ingin membiarkan orang bukan di dua sektor itu untuk masuk ke Jakarta lantaran hanya meningkatkan potensi penularan Covid-19 sehingga pembatasan tetap dilakukan.
"Anda lihat sekarang, sektor esensial dan kritikal yang kami loloskan saja jumlahnya tidak sedikit. Padahal tolak ukurnya indeks mobilitas," tuturnya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, bakal membuat jalur-jalur yang lebih baik bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal, seperti tenaga kesehatan agar bisa melintasi jalanan di Jakarta. Sebabnya, dia tak ingin mereka menjadi terhambat.
"Kami sudah evaluasi dengan Pangdam, besok akan buat jalur-jalur yang lebih baik jalur untuk nakes, krtikal, esensial, masing-masing roda dua dan roda empat," ujarnya pada wartawan, Selasa (6/7/2021). Baca: Ketika Anies Baswedan Marah saat Temukan Perusahaan Tidak Terapkan WFH 100%
Menurutnya, masyarakat harus taat dengan jalur yang telah ada agar nantinya antrean kendaraan yang hendak melintas berjalan rapi dan tidak terjadi saling serobot. Disamping itu, Fadil tak ingin membiarkan orang bukan di dua sektor itu untuk masuk ke Jakarta lantaran hanya meningkatkan potensi penularan Covid-19 sehingga pembatasan tetap dilakukan.
"Anda lihat sekarang, sektor esensial dan kritikal yang kami loloskan saja jumlahnya tidak sedikit. Padahal tolak ukurnya indeks mobilitas," tuturnya.
Lihat Juga :