Tidak Boleh Beroperasi Selama PPKM Darurat, Ini yang Dialami Pekerja di Mal

Sabtu, 03 Juli 2021 - 00:09 WIB
loading...
Tidak Boleh Beroperasi...
Beberapa toko Plaza Pondok Gede, Kota Bekasi memilih tutup lebih cepat menjelang diberlakukannya PPKM darurat. Foto/aditya pratama
A A A
BEKASI - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali akan dimulai besok, 3 Juli sampai 20 Juli 2021. Adapun salah satu yang diatur dalam kebijakan tersebut adalah penutupan pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan.

Sementara itu, supermarket atau pasar swalayan dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%. Kemudian, untuk tenant makanan-minuman yang berlokasi di mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Pantauan MNC Portal Indonesia di Plaza Pondok Gede, Kota Bekasi terlihat beberapa toko memilih tutup lebih cepat sekaligus mempersiapkan jelang penutupan operasional mal selama masa PPKM Darurat. Baca juga: Jelang PPKM Darurat, Sejumlah Toko Pilih Tutup Lebih Cepat dan Jualan Daring

Pramuniaga Toko Sepatu Bata Plaza Pondok Gede, Ulfa mengatakan, dengan penutupan toko-toko selain supermarket atau pasar swalayan di mal membuat para pekerja akan mengalami kesulitan karena tidak bisa berjualan. "Sebenarnya kalau kaya gitu menyulitkan bagi kita apalagi kita gajian dari omset otomatis harus ngejar target, jadi cukup menyulitkan," ujar Ulfa, Jumat (2/7/2021).

Meskipun toko tempat kerjanya ditutup, dia menyebut pihaknya akan memaksimalkan cara penjualan lainnya yaitu berjualan secara online, baik melalui media sosial atau platform e-commerce. "Mungkin yang pertama jualan online pasti harus dikencengin juga, sama otomatis setiap hari bergantian masuk ke toko," kata dia. Baca juga: 63 Titik Penyekatan Akses Keluar Masuk Jakarta Selama PPKM Darurat, Berikut Lokasinya

Sementara itu, salah satu pengunjung di Plaza Pondok Gede, Siti menyebut penerapan PPKM Darurat dengan menutup operasional mal sebagai salah satu langkah yang baik untuk mengurangi kasus positif Covid-19. "(Penutupan mal) lumayan bagus sih, karena emang lagi parah-parahnya Covid, jadi untuk mengurangi mobilitas mendingan diadain PPKM dulu untuk sementara waktu biar masyarakat juga ngerti kalau misalkan separah itu Covid," ucapnya.

Dengan tidak bisa beroperasinya toko-toko di mal, dia menyebut hal tersebut bisa diatasi dengan memanfaatkan e-commerce untuk berbelanja secara online. "Untuk belanja bisa online ya, cuma kadang terlalu lama di rumah seperti tahun lalu juga bosan pingin jalan-jalan, tapi kalau misalkan untuk kepentingan masyarakat ya didukung pastinya," tuturnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi: Indonesia Salah...
Jokowi: Indonesia Salah Satu Negara Terbaik Atasi Covid-19 dan Dampak Ekonominya
Ahli Epidemiologi Lihat...
Ahli Epidemiologi Lihat Indonesia Sudah Siap Akhiri Darurat Covid-19
Update Covid-19 di Indonesia...
Update Covid-19 di Indonesia Bertambah 215 Kasus, Meninggal 3 Orang
Rekomendasi
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Ini Tersangka Serangan...
Ini Tersangka Serangan Mobil yang Tewaskan 15 Orang di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved