Sedang Isolasi Mandiri di Rumah, Warga Warakas Jakarta Utara Meninggal Mendadak
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:00 WIB
loading...
Seorang pasien COVID-19 di Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meninggal secara mendadak saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Seorang pasien COVID-19 di Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, meninggal secara mendadak saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.
Ketua LMK Warakas, Zainal Arifin mengungkapkan, warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri tersebut bernama Imam Rafei (52). Dia ditemukan meninggal di lantai dua rumahnya pada pagi hari. (Baca juga; Tips Aman Antar Pasien Covid-19 ke Rumah Sakit )
"Kebetulan ini almarhum posisi sedang isoman dari kemarin. Udah mau kita bawa ke rumah sakit untuk ditindak karena sakit. Tapi Tuhan mungkin berkehendak lain, saat evakuasi mau turun dari rumah sudah nggak ada," katanya, Kamis (1/7/2021).
Zainal menambahkan, saat ini pengurus RW setempat dengan menggunakan APD telah mengevakuasi korban di Mushala Khairul samping rumah korban RT 002 RW 010 dan menunggu tindak lanjut dari petugas kesehatan.
"Untuk sementara kita tempatkan di musala, karena di rumah ada keluarga. Untuk antisipasi keluarga sudah kita steril, rumah sudah kita lakukan penyemprotan, PCR dan lain-lain," tuturnya.
Ketua LMK Warakas, Zainal Arifin mengungkapkan, warga yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri tersebut bernama Imam Rafei (52). Dia ditemukan meninggal di lantai dua rumahnya pada pagi hari. (Baca juga; Tips Aman Antar Pasien Covid-19 ke Rumah Sakit )
"Kebetulan ini almarhum posisi sedang isoman dari kemarin. Udah mau kita bawa ke rumah sakit untuk ditindak karena sakit. Tapi Tuhan mungkin berkehendak lain, saat evakuasi mau turun dari rumah sudah nggak ada," katanya, Kamis (1/7/2021).
Zainal menambahkan, saat ini pengurus RW setempat dengan menggunakan APD telah mengevakuasi korban di Mushala Khairul samping rumah korban RT 002 RW 010 dan menunggu tindak lanjut dari petugas kesehatan.
"Untuk sementara kita tempatkan di musala, karena di rumah ada keluarga. Untuk antisipasi keluarga sudah kita steril, rumah sudah kita lakukan penyemprotan, PCR dan lain-lain," tuturnya.
Lihat Juga :