3 Ribu Warga Bogor Isolasi Mandiri, Dedie Minta Pendataan Dimaksimalkan
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:06 WIB
loading...
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memberikan keterangan soal pendataan warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Foto: Dok Pemkot Bogor
A
A
A
BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta pendataan warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dimaksimalkan. Pasalnya, banyak warga yang melakukan isolasi mandiri karena kapasitas tempat tidur rumah sakit terbatas.
Berdasarkan data, jumlah pasien positif Covid-19 aktif di Kota Bogor sekitar 3.500 kasus terhitung pada Rabu 30 Juni 2021. Sementara, ketersediaan tempat tidur atau bed di 21 rumah sakit hanya 950 bed di mana 50 persen di antaranya merupakan pasien dari luar wilayah Kota Bogor.
Baca juga: Sedang Isolasi Mandiri di Rumah, Warga Warakas Jakarta Utara Meninggal Mendadak
"Artinya, sekitar 3.000 orang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada juga yang sedang keliling mencari rumah sakit, mencari fasilitas kesehatan. Kita sedang melihat adanya mobilitas dari virus itu sendiri," ujar Dedie, Kamis (1/7/2021).
Dengan demikian, tentu ada risiko tingkat penyebaran virus yang lebih tinggi lagi. Maka itu, semua jajaran di wilayah dari mulai kecamatan, kelurahan, LPM, kader kesehatan, hingga karang taruna ikut membantu pendataan yang lebih maksimal.
"Pendataan itu meliputi lokasi warga yang terpapar, berapa banyak orang yang kontak erat, serta segera konsolidasi dengan lurah atau camat," kata Dedie.
Berdasarkan data, jumlah pasien positif Covid-19 aktif di Kota Bogor sekitar 3.500 kasus terhitung pada Rabu 30 Juni 2021. Sementara, ketersediaan tempat tidur atau bed di 21 rumah sakit hanya 950 bed di mana 50 persen di antaranya merupakan pasien dari luar wilayah Kota Bogor.
Baca juga: Sedang Isolasi Mandiri di Rumah, Warga Warakas Jakarta Utara Meninggal Mendadak
"Artinya, sekitar 3.000 orang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada juga yang sedang keliling mencari rumah sakit, mencari fasilitas kesehatan. Kita sedang melihat adanya mobilitas dari virus itu sendiri," ujar Dedie, Kamis (1/7/2021).
Dengan demikian, tentu ada risiko tingkat penyebaran virus yang lebih tinggi lagi. Maka itu, semua jajaran di wilayah dari mulai kecamatan, kelurahan, LPM, kader kesehatan, hingga karang taruna ikut membantu pendataan yang lebih maksimal.
"Pendataan itu meliputi lokasi warga yang terpapar, berapa banyak orang yang kontak erat, serta segera konsolidasi dengan lurah atau camat," kata Dedie.
Lihat Juga :