Lonjakan Covid-19, 4 Dukungan yang Dibutuhkan DKI dari Pemerintah Pusat
Rabu, 30 Juni 2021 - 10:57 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ada empat dukungan yang dibutuhkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari pemerintah pusat dalam menangani peningkatan jumlah kasus Covid-19 selama beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut berdasarkan data situasi penanganan pandemi Covid-19 DKI Jakarta yang dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Rakor PPKM Darurat dipimpin Menko Maritim dan Investasi, Selasa 29 Juni 2021. Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak, Hari Ini Bertambah 9.394 orang
Kebutuhan tersebut terdiri dari pembatasan mobilitas masyarakat, penambahan jumlah tenaga kesehatan, regulasi untuk mendukung 3T, dan sosialisasi lebih masif perihal kehalalan vaksin Covid-19.
Berikut ini empat hal yang dibutuhkan Pemprov DKI kepada pemerintah pusat: Baca juga: Jakarta Timur Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Jakarta
1. Pengetatan mobilitas penduduk intra dan antar wilayah yang secara substansial dan signifikan dapat menghentikan lonjakan kasus baru dan menurunkan kasus aktif, dengan siklus dua mingguan seperti anjuran para ahli epidemiologi.
Hal tersebut berdasarkan data situasi penanganan pandemi Covid-19 DKI Jakarta yang dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Rakor PPKM Darurat dipimpin Menko Maritim dan Investasi, Selasa 29 Juni 2021. Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak, Hari Ini Bertambah 9.394 orang
Kebutuhan tersebut terdiri dari pembatasan mobilitas masyarakat, penambahan jumlah tenaga kesehatan, regulasi untuk mendukung 3T, dan sosialisasi lebih masif perihal kehalalan vaksin Covid-19.
Berikut ini empat hal yang dibutuhkan Pemprov DKI kepada pemerintah pusat: Baca juga: Jakarta Timur Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Jakarta
1. Pengetatan mobilitas penduduk intra dan antar wilayah yang secara substansial dan signifikan dapat menghentikan lonjakan kasus baru dan menurunkan kasus aktif, dengan siklus dua mingguan seperti anjuran para ahli epidemiologi.
Lihat Juga :