Puluhan Warga Kena Tipu untuk Kerja Tambang Dijanji Gaji Puluhan Juta

Minggu, 27 Juni 2021 - 14:11 WIB
loading...
Puluhan Warga Kena Tipu...
Anggota Polrestabes Makassar saat mendatangi rumah penampungan warga yang kena tipu dijanjikan untuk kerja di perusahan Tambang Morowali Sulawesi Tengah. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Puluhan warga Sulsel yang kena tipu untuk kerja di salah satu perusahaan tambang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dijanjikan gaji puluhan juta rupiah.

Mereka telah melaporkan inisial IS ke pihak berwajib, karena diduga telah menipu puluhan warga yang ditampung di salah satu rumah berlantai tiga, Jalan Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar , AKP Lando menyebutkan ada 55 orang saat ini diambil keteranganya untuk mendalami kasus tersebut.

Baca Juga: Puluhan Warga Kena Tipu Modus Tawaran Kerja di Perusahaan Tambang

Setelah kurang lebih 20 hari terkatung-katung di sana, kata Lando, ada beberapa perwakilan mereka melapor ke kepolisian. Petugas lalu mengecek rumah tersebut mendapati ada 55 orang yang tinggal, semuanya adalah pria yang dijanjikan pekerjaan oleh seseorang.

"Ini yang sementara kami lakukan pengejaran terhadap terlapor, inisial IS. Itu yang diduga mengkoordinir dan mengambil uang dari 55 orang. Asalnya macam-macam ada dari Gowa, Bulukumba, Pinrang, Barru, Palopo dan lain-lain," kata Lando kepada Sindonews, Minggu (27/6/2021).

Laporan diterima pada Sabtu (26/7) itu tengah didalami penyelidik Satreskrim Polrestabes Makassar . Lando menyatakan pihaknya sementara mengumpulkan bahan dan keterangan dari pada pelapor. "Untuk terlapor sudah kami masukan dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujarnya.

Dia melanjutkan, lima puluhan terlapor dijanjikan pekerjaan di perusahaan tambang di Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka diinapkan di Makassar dengan dalih karantina sebelum diberangkatkan. "Dijanjikan gaji tinggi, puluhan juta rupiah tapi sampai 20 hari belum ada kejelasan," kata Lando.

Perwira Polri tiga balok itu mengatakan, untuk terlapor juga memungut biaya berdalih akomodasi dari para korban. "Paling sedikit itu Rp2,1 Juta. Kira-kira kerugiannya total dari pelapor ada Rp115 Juta lebih. KTP mereka (pelapor) dibawa sama terlapor ini," ungkap Lando.

Baca Juga: Tertipu Dijanjikan Kerja di Perusahaan Tambang, Puluhan Warga Sulsel Duduki Rumah Penampungan

Salah satu pelapor, Yusran mengaku biaya itu menurut IS digunakan untuk akomodasi penginapan hingga pengurusan surat keterangan bebas Covid-19 atau sudah di swab. "Uangnya dikirim langsung ke rekeningnya itu orang, masih ada bukti transfernya," katanya ditemui wartawan di Mapolrestabes .

Sebelum diinapkan di rumah Jalan Hertasning, kata Yusran dirinya bersama belasan orang pernah diinapkan di Wisma kawasan Kecamatan Tamalanrea, lalu di Hotel, Kecamatan Panakkukang.

"Terakhir di rumah besar itu. Saya ditawari jadi operator alat berat. Tiga kalimi dia (terlapor) tunda-tunda keberangkatan. Terakhir kemarin (sabtu) seharusnya berangkat. Tapi tidak ada kabarnya," jelas pria asal Palopo ini.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
Kasus Uang Palsu Black...
Kasus Uang Palsu Black Dolar, 2 WNA Liberia Ditangkap di Jakarta Barat
Korban Penipuan Bos...
Korban Penipuan Bos WO Ayu Puspita Bertambah, Kerugian Tembus Rp18 Miliar
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Rekomendasi
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved