DPRD Kota Makassar Soroti Bekas Galian IPAL Losari
Jum'at, 25 Juni 2021 - 10:38 WIB
loading...
Bekas galian proyek pembangunan IPAL Losari di Jalan Penghibur, Makassar, Kamis (25/6). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar menyoroti jalan berlubang bekas galian proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Losari yang sementara dikerjakan pihak PT Adhi Karya (Persero) selaku kontraktor.
Sejumlah ruas jalan ditemukan dalam kondisi rusak akibat galian jaringan pipa IPAL Losari. Di antaranya di Jalan Cendrawasih, Jalan Singa, Jalan Nuri dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Baca juga:DPRD Makassar Pangkas Anggaran Media Rp718 Juta
Sekretaris Komisi C DPRD Makassar , Fasruddin Rusli mengatakan, bekas galian pipa proyek IPAL komunal bisa membahayakan pengendara. Karena itu, dia meminta pihak kontraktor agar segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat galian jaringan pipa.
"Ada penggalian pipa IPAL komunal, tapi inikan merusak semua jalanan. Otomatis pemerintah kota akan turun memperbaiki, tapi inikan kontraktor yang harus bertanggungjawab," tegas dia.
Menurutnya, setelah galian jaringan pipa selesai, pihak kontraktor seharusnya segera memperbaiki jalan yang rusak. Tidak dibiarkan begitu saja sehingga bisa mengancam keselamatan pengendara, karena kontur jalan tidak semulus sebelumnya.
Baca juga:Sosialisasi Perda, Rezki Tekankan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak
"Setelah pengerjaan langsung pengaspalan, tapi ini tidak. Yang di aspal hanya yang dibongkar. Otomatis tidak sesuai dengan kondisi awal," ungkap dia.
Legislator PPP yang akrab disapa Acil itu berharap, koordinasi internal antara Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar , PLN, Telkom dan Dinas Pekejaan Umum (PU) Makassar tetap berjalan.
Koordinasi itu membahas jadwal pembongkaran jalan atau galian. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebelumnya mewacanakan semua kabel listrik akan disimpan di bawah tanah.
Baca juga:Dewan Minta Pendaftaran PPDB SD-SMP di Makassar Dibuka 24 Jam
"Ini kan biasa habis di aspal di bongkar lagi. Ini yang jadi masalah. Kalau bisa duduklah semua instansi, karena kita ada wacana listrik kita nanti kabelnya di bawah tanah. Nanti habis pengaspalan otomatis ada penggalian lagi, jadi ini yang harus terintegrasi," jelas dia.
Plt Kepala Dinas PU Makassar , Hamka mengatakan jalan berlubang akibat bekas galian pipa menjadi tanggungjawab kontraktor. Namun pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak kontraktor agar kerusakan jalan itu tetap diperhatikan. Jangan sampai membahayakan pengendara.
"Dia tidak langsung aspal atau beton. Makanya ada biasa kita lihat cuma di paving, tapi itu cuma sementara," ujar dia.
Baca juga:Pajak Pendidikan Bisa Tingkatkan Angka Anak Putus Sekolah
Pembangunan IPAL Losari diketahui adalah proyek multiyears dari Balai Sarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) .
Proyek ini menelan anggaran hingga Rp1 triliun. Jika tidak ada kendala, proyek ini ditargetkan rampung 2022 mendatang. Jika proyek ini rampung maka dapat dinikmati masyarakat di enam kecamatan, yakni Makassar, Tamalate, Mamajang, Mariso, Ujung Pandang, dan Wajo.
Sejumlah ruas jalan ditemukan dalam kondisi rusak akibat galian jaringan pipa IPAL Losari. Di antaranya di Jalan Cendrawasih, Jalan Singa, Jalan Nuri dan sejumlah ruas jalan lainnya.
Baca juga:DPRD Makassar Pangkas Anggaran Media Rp718 Juta
Sekretaris Komisi C DPRD Makassar , Fasruddin Rusli mengatakan, bekas galian pipa proyek IPAL komunal bisa membahayakan pengendara. Karena itu, dia meminta pihak kontraktor agar segera memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat galian jaringan pipa.
"Ada penggalian pipa IPAL komunal, tapi inikan merusak semua jalanan. Otomatis pemerintah kota akan turun memperbaiki, tapi inikan kontraktor yang harus bertanggungjawab," tegas dia.
Menurutnya, setelah galian jaringan pipa selesai, pihak kontraktor seharusnya segera memperbaiki jalan yang rusak. Tidak dibiarkan begitu saja sehingga bisa mengancam keselamatan pengendara, karena kontur jalan tidak semulus sebelumnya.
Baca juga:Sosialisasi Perda, Rezki Tekankan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak
"Setelah pengerjaan langsung pengaspalan, tapi ini tidak. Yang di aspal hanya yang dibongkar. Otomatis tidak sesuai dengan kondisi awal," ungkap dia.
Legislator PPP yang akrab disapa Acil itu berharap, koordinasi internal antara Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar , PLN, Telkom dan Dinas Pekejaan Umum (PU) Makassar tetap berjalan.
Koordinasi itu membahas jadwal pembongkaran jalan atau galian. Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebelumnya mewacanakan semua kabel listrik akan disimpan di bawah tanah.
Baca juga:Dewan Minta Pendaftaran PPDB SD-SMP di Makassar Dibuka 24 Jam
"Ini kan biasa habis di aspal di bongkar lagi. Ini yang jadi masalah. Kalau bisa duduklah semua instansi, karena kita ada wacana listrik kita nanti kabelnya di bawah tanah. Nanti habis pengaspalan otomatis ada penggalian lagi, jadi ini yang harus terintegrasi," jelas dia.
Plt Kepala Dinas PU Makassar , Hamka mengatakan jalan berlubang akibat bekas galian pipa menjadi tanggungjawab kontraktor. Namun pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi dengan pihak kontraktor agar kerusakan jalan itu tetap diperhatikan. Jangan sampai membahayakan pengendara.
"Dia tidak langsung aspal atau beton. Makanya ada biasa kita lihat cuma di paving, tapi itu cuma sementara," ujar dia.
Baca juga:Pajak Pendidikan Bisa Tingkatkan Angka Anak Putus Sekolah
Pembangunan IPAL Losari diketahui adalah proyek multiyears dari Balai Sarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) .
Proyek ini menelan anggaran hingga Rp1 triliun. Jika tidak ada kendala, proyek ini ditargetkan rampung 2022 mendatang. Jika proyek ini rampung maka dapat dinikmati masyarakat di enam kecamatan, yakni Makassar, Tamalate, Mamajang, Mariso, Ujung Pandang, dan Wajo.
(luq)
Lihat Juga :