Suntik Vaksin Corona Vac, Wajah Pria di Pondok Aren Bengkak dan Mengeluarkan Cairan
Rabu, 23 Juni 2021 - 14:21 WIB
loading...
Seorang warga bernama Agus Purjantoro mengalami bengkak-bengkak pada bagian wajahnya setelah disuntik dosis pertama vaksin Corona Vac di Puskesmas Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Seorang warga bernama Agus Purjantoro mengalami bengkak-bengkak pada bagian wajahnya setelah disuntik dosis pertama vaksin Corona Vac di Puskesmas Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Diduga warga Jalan Masjid Nurul Fajri, No29 A, RT01/02, Pondok Aren ini mengalami efek samping dari vaksin Corona Vac.
"Kemarin sih, waktu saya ke dokter ada kemungkinan dari vaksin itu. Tapi dokter bilang juga ada faktor lain, tapi enggak dijelasin," kata Agus kepada SINDOnews di Pondok Aren, Rabu (23/7/2021).
Agus disuntik vaksin Sinovac, pada 6 Juni 2021 di Puskesmas Pondok Aren. Usai disuntik, dia mengaku tidak merasakan gejala apapun. Dia baru mulai merasakan gejala keesokan harinya 7 Juni 2021.
"Tanggal 7 Juni itu baru mulai bereaksi, pipi saya kayak ada biang keringat dan mulai membengkak," ujarnya. Baca: Pasien COVID-19 Menumpuk, RSUD Kota Bekasi Bikin Tenda Darurat di Halaman Parkir
Agus pun menghubungi nomor petugas puskesmas yang ada disertifikat vaksinnya itu. Dia lalu disarankan ke UGD Puskesmas Pondok Aren. Anehnya, dokter puskesmas bilang tidak apa-apa dan hanya diberi obat.
"Kemarin sih, waktu saya ke dokter ada kemungkinan dari vaksin itu. Tapi dokter bilang juga ada faktor lain, tapi enggak dijelasin," kata Agus kepada SINDOnews di Pondok Aren, Rabu (23/7/2021).
Agus disuntik vaksin Sinovac, pada 6 Juni 2021 di Puskesmas Pondok Aren. Usai disuntik, dia mengaku tidak merasakan gejala apapun. Dia baru mulai merasakan gejala keesokan harinya 7 Juni 2021.
"Tanggal 7 Juni itu baru mulai bereaksi, pipi saya kayak ada biang keringat dan mulai membengkak," ujarnya. Baca: Pasien COVID-19 Menumpuk, RSUD Kota Bekasi Bikin Tenda Darurat di Halaman Parkir
Agus pun menghubungi nomor petugas puskesmas yang ada disertifikat vaksinnya itu. Dia lalu disarankan ke UGD Puskesmas Pondok Aren. Anehnya, dokter puskesmas bilang tidak apa-apa dan hanya diberi obat.
Lihat Juga :