Nyaris Penuh, Kapasitas Ruang ICU Rumah Sakit Rujukan di Bekasi Ditambah

Sabtu, 19 Juni 2021 - 03:06 WIB
loading...
Nyaris Penuh, Kapasitas...
Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi meminta rumah sakit rujukan pasien Covid-19 melakukan penambahan kamar isolasi serta ruang Intensive Care Unit atau ICU. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
BEKASI - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi meminta rumah sakit rujukan pasien Covid-19 melakukan penambahan kamar isolasi serta ruang Intensive Care Unit atau ICU. Sebab, dalam kurun sebulan terakhir ini, angka yang terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan di 23 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti mengatakan, okupansi atau ketersediaan kamar isolasi dan ICU di rumah sakit swasta rujukan pasien Covid-19 ada penambahan. "Karena terus melonjak, kami kordinasikan dengan rumah sakit rujukan untuk menambah ruang perawatan maupun ICU," katanya.

Menurutnya, penambahan dilakukan setalah kapasitas kamar isolasi dan ICU hampir penuh. Ada 16 rumah sakit swasta rujukan Covid-19 yang melakukan penambahan kamar isolasi dan satu rumah sakit menambah ruang ICU. Untuk total penambahan kamar isolasi dari 16 rumah sakit swasta ada sebanyak 169. Sedangkan untuk ruang ICU ada penambahan empat dari satu rumah sakit swasta.

Baca juga: Pemkab Bekasi Perpanjang PPKM Mikro, Operasional Usaha Dibatasi

Antisipasi penambahan ini sebagai upaya langkah pencegahan bilamana kasus positif corona terus terjadi peningkatan. "Ada 50 rumah sakit swasta yang menyiapkan ruang kamar isolasi dan 25 sakit di antaranya memiliki ruang perawatan ICU," ucapnya.

Untuk ruang isolasi di seluruh rumah sakit swasta rujukan sebanyak 1.225 kamar, di mana saat ini 839 kamar terisi, dan tersisa 386 kamar. Sementara untuk ruang ICU daya tampungnya ada sebanyak 128 kamar, terisi 60 kamar sehingga tersisa 68 kamar. Namun, penambahan lebih banyak untuk kamar isolasi karena kebanyakan OTG.

Sri Enny mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi yang berada di 23 Kecamatan terus mematuhi protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. "Intinya masyarakat untuk tetap mengetatkan protokol Kesehatan, jangan sampai lengah," katanya.

Baca juga: COVID-19 di Rembang Menggila, Seluruh Ruang Isolasi Kewalahan Tampung Pasien
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Prabowo Resmikan RSUD...
Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Komitmen Ingin Memodernisasi RS dalam 3 Tahun
Rekomendasi
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Berita Terkini
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gading Serpong Perkuat...
Gading Serpong Perkuat Posisi sebagai Koridor Komersial
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved