Khawatir Imbas Longsor, Warga Minta Pemkot Tangsel Tetap Kerahkan Alat Berat
Kamis, 17 Juni 2021 - 22:19 WIB
loading...
Musibah banjir yang melanda Ciputat, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Enam hari pascalongsor dinding penahan sempadan sungai Perumahan Telkom di Ciputat, Tangerang Selatan , debit air masih cukup tinggi di Perumahan Pondok Payung Mas.
Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi warga di RT 03 Pondok Payung Mas, yang selama longsor kemarin menjadi daerah cukup terdampak karena air mencapai ketinggian satu meter, hingga Selasa kemarin.
Menyikapi kondisi tersebut, warga melalui Ketua RT 03, Elang Mutaqin mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk tetap mengoperasikan alat berat pengeruk material longsor dari aliran Anak Kali Pesanggrahan.
Menurut dia, ada total 55 kepala keluarga (KK) dan 202 jiwa di wilayahya yang terdampak. "RT 03/12 wilayah yang terdampak paling parah. Kemarin (sebelumnya) hampir 170 warga mengungsi, 30 diantaranya ke Masjid Al Barokah Pondok Payung Mas, sementara sisanya memilih tinggal dengan saudara atau kerabat terdekat," ungkap Mutaqin melalui keterangan tertulisnya, Kamis sore (17/6/2021).Baca juga: Dampak Longsor di Tangsel, 3 Rumah Rusak dan Ratusan Rumah Terendam Banjir
Dia mengatakan, Pemkot Tangsel memang menurunkan alat berat untuk mengeruk material sisa longsor di aliran Anak Kali Pesanggrahan sejak Jumat malam (11/6/2021) dan proses pengangkatan material baru berlangsung Sabtu (12/6/2021).
Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi warga di RT 03 Pondok Payung Mas, yang selama longsor kemarin menjadi daerah cukup terdampak karena air mencapai ketinggian satu meter, hingga Selasa kemarin.
Menyikapi kondisi tersebut, warga melalui Ketua RT 03, Elang Mutaqin mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan untuk tetap mengoperasikan alat berat pengeruk material longsor dari aliran Anak Kali Pesanggrahan.
Menurut dia, ada total 55 kepala keluarga (KK) dan 202 jiwa di wilayahya yang terdampak. "RT 03/12 wilayah yang terdampak paling parah. Kemarin (sebelumnya) hampir 170 warga mengungsi, 30 diantaranya ke Masjid Al Barokah Pondok Payung Mas, sementara sisanya memilih tinggal dengan saudara atau kerabat terdekat," ungkap Mutaqin melalui keterangan tertulisnya, Kamis sore (17/6/2021).Baca juga: Dampak Longsor di Tangsel, 3 Rumah Rusak dan Ratusan Rumah Terendam Banjir
Dia mengatakan, Pemkot Tangsel memang menurunkan alat berat untuk mengeruk material sisa longsor di aliran Anak Kali Pesanggrahan sejak Jumat malam (11/6/2021) dan proses pengangkatan material baru berlangsung Sabtu (12/6/2021).
Lihat Juga :