Jaga Kesehatan Jantung saat Pandemi, Deteksi Dini Skrining Jadi Kunci
Kamis, 17 Juni 2021 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Skrining jantung lengkap untuk dilakukan setidaknya sekali pada dewasa pria usia di atas 40 tahun serta dewasa wanita pasca menopause atau di atas usia 50 tahun. "Sedangkan individu dengan usia muda yang memiliki risiko genetik atau turunan keluarga dianjurkan melakukan pengecekan standar pada usia diatas 20 tahun untuk mendeteksi dini adanya kelainan jantung bawaan," katanya.
Sejak tahun 2015, data menunjukkan bahwa empat penyakit teratas penyebab kecacatan, kesakitan dan kematian adalah stroke, penyakit jantung iskemik, kanker dan diabetes mellitus (DM).
Empat dari lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner yaitu mencapai sekitar 12,9%.
"Biasanya penyakit jantung dipicu oleh sejumlah penyebab yang meliputi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah (jenis kelamin, usia, genetik, riwayat keluarga) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkait gaya hidup yang kurang sehat," ujarnya. Karena itu, cara mengurangi resiko penyakit jantung adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.
Sejak tahun 2015, data menunjukkan bahwa empat penyakit teratas penyebab kecacatan, kesakitan dan kematian adalah stroke, penyakit jantung iskemik, kanker dan diabetes mellitus (DM).
Empat dari lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular. Salah satunya adalah penyakit jantung koroner yaitu mencapai sekitar 12,9%.
"Biasanya penyakit jantung dipicu oleh sejumlah penyebab yang meliputi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah (jenis kelamin, usia, genetik, riwayat keluarga) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkait gaya hidup yang kurang sehat," ujarnya. Karena itu, cara mengurangi resiko penyakit jantung adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.
(shf)
Lihat Juga :