Terlanjur Dihajar hingga Babak Belur Saat Ditangkap, Warga Pekanbaru Ini Ternyata Bukan Teroris
Selasa, 15 Juni 2021 - 15:50 WIB
loading...
Rumah Sakit Sansani, tempat warga Pekanbaru, diduga salah tangkap. Foto/MPI/Banda Haruddin Tanjung
A
A
A
PEKANBARU - Dituding sebagai anggota jaringan teroris , pria berinisial Hen, warga Pekanbaru, Riau, babak belur usai dihajar sejumlah orang yang diduga anggota Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Baca juga: Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Keluarga Muslim Korban Terorisme di Kanada
Ayah Hen, Ibrahim mengatakan, saat ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Dia berharap ada keadilan bagi anak dan keluarganya. "Iya salah tangkap," kata Ibrahim, Selasa (15/6/2021).
Penangkapan Hen dilakukan di dekat rumah orang tua korban di Jalan Muslim Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Senin (14/6/2021). Saat itu Hen baru saja pulang mengantar adiknya ke sekolah.
Baca juga: Warga Desa di Jepara Ini Bertumbangan Akibat COVID-19, Pemicunya Banyak Perusahaan Langgar Prokes
Dalam perjalanan, Hen dicegat oleh sejumlah orang yang diduga dari tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Aksi ini mendapat perhatian warga. Warga yang melihat itu langsung melaporkan kejadian itu ke Ibrahim.
Sementara Hen pria yang berusia 30 tahun ini dimasukan ke mobil. Ibrahim pun sibuk mencari anaknya dan mencari tahu apa yang terjadi. Namun tidak lama kemudian petugas menghubungkan Ibrahim. Bahwa ada kesalahan penangkapan .
Baca juga: Ibu Guru Seksi Edarkan Sabu, Diringkus Polisi Saat Masih Kenakan Daster Hendak Pesta Terlarang
Walau lega anaknya tidak terlibat jaringan teroris , namun dia risau. Petugas diminta profesional. "Katanya mereka nyari teroris. Rupanya salah tangkap. Ya salah tangkap. Tapi Katanya mereka mau tanggungjawab," imbuhannya.
Saat coba dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto belum memberikan keterangan apapun terkait kejadian dugaan salah tangkap di Pekanbaru, oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut.
Baca juga: Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Keluarga Muslim Korban Terorisme di Kanada
Ayah Hen, Ibrahim mengatakan, saat ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Dia berharap ada keadilan bagi anak dan keluarganya. "Iya salah tangkap," kata Ibrahim, Selasa (15/6/2021).
Penangkapan Hen dilakukan di dekat rumah orang tua korban di Jalan Muslim Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Senin (14/6/2021). Saat itu Hen baru saja pulang mengantar adiknya ke sekolah.
Baca juga: Warga Desa di Jepara Ini Bertumbangan Akibat COVID-19, Pemicunya Banyak Perusahaan Langgar Prokes
Dalam perjalanan, Hen dicegat oleh sejumlah orang yang diduga dari tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Aksi ini mendapat perhatian warga. Warga yang melihat itu langsung melaporkan kejadian itu ke Ibrahim.
Sementara Hen pria yang berusia 30 tahun ini dimasukan ke mobil. Ibrahim pun sibuk mencari anaknya dan mencari tahu apa yang terjadi. Namun tidak lama kemudian petugas menghubungkan Ibrahim. Bahwa ada kesalahan penangkapan .
Baca juga: Ibu Guru Seksi Edarkan Sabu, Diringkus Polisi Saat Masih Kenakan Daster Hendak Pesta Terlarang
Walau lega anaknya tidak terlibat jaringan teroris , namun dia risau. Petugas diminta profesional. "Katanya mereka nyari teroris. Rupanya salah tangkap. Ya salah tangkap. Tapi Katanya mereka mau tanggungjawab," imbuhannya.
Saat coba dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto belum memberikan keterangan apapun terkait kejadian dugaan salah tangkap di Pekanbaru, oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tersebut.
(eyt)
Lihat Juga :