Imbas Kerumunan BTS Meal, Izin Operasional McD Ciplaz Depok Terancam Dibekukan

Jum'at, 11 Juni 2021 - 00:52 WIB
loading...
Imbas Kerumunan BTS...
Pemkot Depok memberikan batas waktu selama tiga hari kepada manajemen McD City Plaza Depok untuk membayar denda sebesar Rp5 juta.Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
DEPOK - Pemkot Depok memberikan batas waktu selama tiga hari kepada manajemen McDonalds (McD) City Plaza (Ciplaz) Depok untuk membayar denda sebesar Rp5 juta. Bila tidak juga dibayarkan maka izin operasional McD Ciplaz akan dibekukan.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Linda Ratna Nurdianny mengatakan, pengelola McD Ciplaz Depok lalai menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pasalnya pada hari pertama rilis menu BTS Meal kemarin terjadi kerumunan hingga akhirnya gerai tersebut disegel dan dikenakan denda Rp5 juta.

“Sebetulnya tidak apa-apa kalau ada promo, tapi pengelola bisa mengendalikan ya harusnya diatur jarak, tidak kerumunan. Kalau seperti ini kan ada kelalaian dan kita lakukan sanksi denda,” kata Linda Kamis (10/6/2021).

Denda harus dibayarkan pengelola maksimal 3x24 jam dari waktu penyegelan. Jika tidak dibayarkan maka izin operasional terancam dibekukan. Baca: Buntut Kerumunan BTS Meal, Wagub DKI: 32 Gerai McD Ditutup Sementara 1 x 24 Jam

“Denda dalam ketentuan kita bisa segel 3x24 jam maksimal dan juga dikenakan denda. Kalau sudah bayar denda sebelum tiga hari ya kita buka, tapi dengan pengawasan. Tapi kalau tidak bayar denda sampai tiga hari kita usulkan pembekuan izin operasional,” tegasnya.

Menurut Linda, kemarin seluruh gerai McD di Depok memang penuh namun, yang paling parah ada di gerai Ciplaz. Hal itu karena kesalahan sistem di gerai tersebut. Pasalnya ketika sistem orderan dibatalkan namun di gerai tersebut tidak bisa otomatis mati sehingga semua orderan diarahkan ke gerai Ciplaz dan terjadi penumpukan membludak.

“Yang parah memang di Ciplaz karena ternyata sistemnya error tidak bisa close order. Sedangkan gerai lain ketika ditegur langsung close order. Sistemnya secara otomatis dia berhenti dan beralih ke gerai yang open jadi membludak ke situ (Ciplaz). Sudah kebangetan jadi kalau tidak ditutup ya susah akhirnya kita lakukan segel,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Rayakan 35 Tahun Kebersamaan,...
Rayakan 35 Tahun Kebersamaan, McDonald’s Indonesia Gelar Open House Idulfitri di 10 Restoran
Perluas Wawasan Industri...
Perluas Wawasan Industri Mahasiswa, MNC University Gelar Company Visit ke McDonald’s
Rekomendasi
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved