IAMARSI Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2021-2024, Bersatu Bangun Kesehatan Bangsa
Senin, 07 Juni 2021 - 11:48 WIB
loading...
Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) mengukuhkan dan melatik pengurus baru masa bakti 2021-2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) mengukuhkan dan melatik pengurus baru masa bakti 2021-2024. Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Alumni Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit FKM UI (IKAMARS FKM UI) dan RS Brawijaya.
Anggota Dewan Pembina IAMARSI Dr dr Supriyantoro SpP MARS meminta agar IAMARSI yang beranggotakan para tenaga ahli manajemen dan administrasi rumah sakit dari berbagai latar belakang perguruan tinggi bisa beradaptasi untuk meningkatkan tata kelola rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Digitalisasi telah menggerus banyak profesi dan bidang usaha tertentu. Tetapi bidang kesehatan dapat menjadi perkecualian karena bagaimanapun bidang kesehatan membutuhkan sentuhan kemanusiaan,” katanya, Minggu (6/6/2021). (Baca juga; Keterisian RS Tinggi, Satgas Sarankan Rumah Sakit Tempuh Langkah Ini )
Supriyantoro juga mengingatkan para manajer rumah sakit jangan terlalu sibuk dengan urusan internal rumah sakit. Manajer rumah sakit sebaiknya sering melihat berkembangan dunia luar, seperti bisnis perbankan, hotel dan bisnis lainnya agar tidak tertinggal. (Baca juga; Kapal Setara Rumah Sakit Tipe C Dibangun PT PAL, Panjangnya 124 Meter )
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum IAMARSI dr Hariyadi Wibowo SH MARS. Dia mengajak para anggota IAMARSI bersatu berkontribusi membangun kesehatan bangsa Indonesia. Terlebih saat ini pada masa pandemi COVID-19 rumah sakit benar-benar mendapat sorotan terkait pelayanan kesehatan.
Anggota Dewan Pembina IAMARSI Dr dr Supriyantoro SpP MARS meminta agar IAMARSI yang beranggotakan para tenaga ahli manajemen dan administrasi rumah sakit dari berbagai latar belakang perguruan tinggi bisa beradaptasi untuk meningkatkan tata kelola rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Digitalisasi telah menggerus banyak profesi dan bidang usaha tertentu. Tetapi bidang kesehatan dapat menjadi perkecualian karena bagaimanapun bidang kesehatan membutuhkan sentuhan kemanusiaan,” katanya, Minggu (6/6/2021). (Baca juga; Keterisian RS Tinggi, Satgas Sarankan Rumah Sakit Tempuh Langkah Ini )
Supriyantoro juga mengingatkan para manajer rumah sakit jangan terlalu sibuk dengan urusan internal rumah sakit. Manajer rumah sakit sebaiknya sering melihat berkembangan dunia luar, seperti bisnis perbankan, hotel dan bisnis lainnya agar tidak tertinggal. (Baca juga; Kapal Setara Rumah Sakit Tipe C Dibangun PT PAL, Panjangnya 124 Meter )
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum IAMARSI dr Hariyadi Wibowo SH MARS. Dia mengajak para anggota IAMARSI bersatu berkontribusi membangun kesehatan bangsa Indonesia. Terlebih saat ini pada masa pandemi COVID-19 rumah sakit benar-benar mendapat sorotan terkait pelayanan kesehatan.
Lihat Juga :