Cuma Sedikit Siswa Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta
Rabu, 09 Juni 2021 - 11:09 WIB
loading...
DKI Jakarta memulai uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Rabu (9/6/2021). SMAN 77 Cempaka Putih, Jakarta Pusat turut menjadi agian yang lolos assessment untuk menyelenggarakan uji coba ini. Foto: MPI/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - DKI Jakarta memulai uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Rabu (9/6/2021). SMAN 77 Cempaka Putih, Jakarta Pusat turut menjadi bagian yang lolos assessment untuk menyelenggarakan uji coba ini.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan begitu ketat. Siswa yang datang harus melewati beberapa skrining seperti pengecekan, mencuci tangan. Mereka diwajibkan tetap memakai masker saat berada di kawasan sekolah.
Baca juga: Angka Covid-19 Kembali Tinggi, Sekolah Tatap Muka Ancam Siswa dan Guru
Di lingkungan sekolah juga sudah disiapkan sejumlah alat pengukur suhu, wastafel di pelataran sebelum masuk, serta halaman utama. Pihak sekolah juga menggambarkan jalur di halaman sekolah guna mengatur mobilitas murid.
Pada hari ini SMAN 77 membuka 6 ruang kelas untuk tingkat pertama yang terbagi menjadi 3 kelas IPS dan 3 kelas IPA. Jumlah murid di kelas dibatasi maksimal 16 orang sesuai data assessment, namun yang hadir hanya beberapa murid dan cenderung sepi.
Menurut Kepala SMAN 77 Sri Rahmina Utami, banyaknya bangku kosong disebabkan orang tua murid banyak yang ragu dan mundur. Hal ini tidak bisa dihindari sebab orang tua merupakan pemberi izin pertama.
Baca juga: 80 Sekolah di Bekasi Tunda Pelaksanaan Belajar Tatap Muka
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan begitu ketat. Siswa yang datang harus melewati beberapa skrining seperti pengecekan, mencuci tangan. Mereka diwajibkan tetap memakai masker saat berada di kawasan sekolah.
Baca juga: Angka Covid-19 Kembali Tinggi, Sekolah Tatap Muka Ancam Siswa dan Guru
Di lingkungan sekolah juga sudah disiapkan sejumlah alat pengukur suhu, wastafel di pelataran sebelum masuk, serta halaman utama. Pihak sekolah juga menggambarkan jalur di halaman sekolah guna mengatur mobilitas murid.
Pada hari ini SMAN 77 membuka 6 ruang kelas untuk tingkat pertama yang terbagi menjadi 3 kelas IPS dan 3 kelas IPA. Jumlah murid di kelas dibatasi maksimal 16 orang sesuai data assessment, namun yang hadir hanya beberapa murid dan cenderung sepi.
Menurut Kepala SMAN 77 Sri Rahmina Utami, banyaknya bangku kosong disebabkan orang tua murid banyak yang ragu dan mundur. Hal ini tidak bisa dihindari sebab orang tua merupakan pemberi izin pertama.
Baca juga: 80 Sekolah di Bekasi Tunda Pelaksanaan Belajar Tatap Muka
Lihat Juga :