Polisi Tembak Perampok dan Pemerkosa di Kota Makassar
Senin, 07 Juni 2021 - 15:11 WIB
loading...
Empat pelaku perampokan dan pemerkosaan diamankan aparat kepolisian Kota Makassar, Senin (7/6). Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Jajaran Satreskrim Polrestabes Makassar mengungkap kasus perampokan disertai pemerkosaan yang menyasar penghuni kontrakan wanita di beberapa kecamatan. Empat orang diamankan termasuk penadah barang curiannya.
Tiga orang pelaku masing-masing berinisial MR (38), AS (27), FA (27). Satu orang lainnya, adalah penadah berinisial YK (35). Mereka ditangkap secara terpisah oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar , Minggu 6 Juni 2021, malam di Kota Makassar dan Kabupaten Takalar.
Baca juga:Polisi Amankan Belasan Motor dari Lokasi Balap Liar di AP Pettarani
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar , Kompol Agus Khaerul mengatakan pihaknya lebih dulu menangkap YK di Kecamatan Tallo yang diduga sebagai penadah barang curian dari tiga pelaku utama. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 23.45 Wita.
"Dari hasil introgasi awal, yang bersangkutan mengaku membeli 10 unit ponsel berbagai merek dari pelaku utama MR. Kemudian kita kembangkan di mana dua pelaku diketahui berada di Kabupaten Takalar," kata Agus dalam konferensi pers di kantornya, Senin (7/6).
Baca juga:Pemuda di Makassar Tusuk Teman Sendiri dengan Kunci Motor hingga Terluka
Dia melanjutkan dalam pengembangan petugas berhasil menangkap MR dan AS di Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Sementara FA ditangkap di Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.
Dalam upaya pengembangan penunjukan tempat kejadian perkara dan barang bukti, disebutkan Agus petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur kepada MR dan FA di bagian kaki. "Terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri," jelasnya.
MR dilumpuhkan polisi di betis kanan sebanyak tiga kali serta betis kiri tiga kali. Sedangkan FA diterjang timah panas di betis kiri, satu kali. "Kemudian kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis," ungkap Agus.
Baca juga:Ratusan Polisi Disiagakan di Vihara Makassar saat Hari Suci Waisak
Usai menjalani perawatan MR dan FA bersama pelaku lainnya dibawa ke Posko Jatanras untuk diinterogasi. "Kedua pelaku yang kami lumpuhkan berperan sebagai eksekutor. Sedangkan AS itu pengintai sekaligus joki. Satu lagi yang menadah hasil curian. Jadi memang satu komplotan," tukasnya.
Dia menyatakan komplotan ini telah beraksi di 11 lokasi di Makassar. Masing-masing di Kecamatan Manggala, Rappocini, Panakkukang dan Tamalanrea. Sepanjang Januari hingga awal Juni 2021. "Sasarannya rumah kos putri, ada beberapa korban juga diperkosa," ungkap Agus.
Tiga orang pelaku masing-masing berinisial MR (38), AS (27), FA (27). Satu orang lainnya, adalah penadah berinisial YK (35). Mereka ditangkap secara terpisah oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar , Minggu 6 Juni 2021, malam di Kota Makassar dan Kabupaten Takalar.
Baca juga:Polisi Amankan Belasan Motor dari Lokasi Balap Liar di AP Pettarani
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar , Kompol Agus Khaerul mengatakan pihaknya lebih dulu menangkap YK di Kecamatan Tallo yang diduga sebagai penadah barang curian dari tiga pelaku utama. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 23.45 Wita.
"Dari hasil introgasi awal, yang bersangkutan mengaku membeli 10 unit ponsel berbagai merek dari pelaku utama MR. Kemudian kita kembangkan di mana dua pelaku diketahui berada di Kabupaten Takalar," kata Agus dalam konferensi pers di kantornya, Senin (7/6).
Baca juga:Pemuda di Makassar Tusuk Teman Sendiri dengan Kunci Motor hingga Terluka
Dia melanjutkan dalam pengembangan petugas berhasil menangkap MR dan AS di Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Sementara FA ditangkap di Jalan Abubakar Lambogo, Kecamatan Makassar, Kota Makassar.
Dalam upaya pengembangan penunjukan tempat kejadian perkara dan barang bukti, disebutkan Agus petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur kepada MR dan FA di bagian kaki. "Terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri," jelasnya.
MR dilumpuhkan polisi di betis kanan sebanyak tiga kali serta betis kiri tiga kali. Sedangkan FA diterjang timah panas di betis kiri, satu kali. "Kemudian kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis," ungkap Agus.
Baca juga:Ratusan Polisi Disiagakan di Vihara Makassar saat Hari Suci Waisak
Usai menjalani perawatan MR dan FA bersama pelaku lainnya dibawa ke Posko Jatanras untuk diinterogasi. "Kedua pelaku yang kami lumpuhkan berperan sebagai eksekutor. Sedangkan AS itu pengintai sekaligus joki. Satu lagi yang menadah hasil curian. Jadi memang satu komplotan," tukasnya.
Dia menyatakan komplotan ini telah beraksi di 11 lokasi di Makassar. Masing-masing di Kecamatan Manggala, Rappocini, Panakkukang dan Tamalanrea. Sepanjang Januari hingga awal Juni 2021. "Sasarannya rumah kos putri, ada beberapa korban juga diperkosa," ungkap Agus.
(luq)
Lihat Juga :