Pemkot Parepare dan BPOM Bahas Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah
Kamis, 03 Juni 2021 - 18:17 WIB
loading...
Pertemuan lintas sektor yang membahas terkait pengawasan obat dan makanan, dibuka Sekkot Parepare, Iwan Asaad. Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PAREPARE - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Makassar melakukan pertemuan lintas sektor di Kota Parepare, Kamis (3/6/2021). Pertemuan dilakukandi Ballroom Hotel Kenari.
Pertemuan itu dalam rangka intervensi keamanan pangan terpadu pada program desa pangan aman, dan pangan jajanan anak usia sekolah, serta pasar pangan aman berbasis komunitas.
Baca juga:Masuk Zona Hijau Covid-19, Parepare dan Pinrang Perketat Penggunaan Masker
Sekretaris Kota Parepare, Iwan Asaad saat membuka kegiatan mengatakan, pertemuan lintas sektor digelar untuk menggalang komitmen kegiatan, agar stakeholder dapat mengintervensi masalah kesehatan yang disebabkan pengedaran obat dan makanan berbahan bahaya.
Pemkot Parepare , jelas Iwan yang juga Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya berharap, BPOM terus meningkatkan jejaring di tingkat kota dalam rangka keamanan pangan.
Baca juga:Zero Kasus Aktif Covid-19, Parepare Komitmen Pertahankan Zona Hijau
"Saya berharap program nasional semacam ini adanya kesadaran dari kita semua untuk ikut mengedukasi dan menyosialisasikan untuk melakukan intervensi program terhadap pangan terpadu dari 3 program nasional,” papar Iwan.
Iwan juga mengajak SKPD terkait hingga jajaran terbawah dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan BPOM .
Dengan kolaborasi dan kepedulian serta komitmen bersama, tambah Iwan, ke depan diharapkan adanya kerja sama yang baik di antara semua pihak, sehingga akan dengan mudah mendapatkan solusi penanganan permasalahan keamanan pangan di Parepare.
Baca juga:STQH Diharap Jadi Ajang Pembentukan SDM Berkarakter dan Berakhlak
"Khususnya tiga program nasional, di antaranya keamanan pangan jajanan sekolah, program kelurahan pangan aman, dan pasar pangan berbasis komunitas,” tandas Iwan.
Pada kesempatan tersebut, 3 perwakilan kepala SD, SMP dan SMA dan BPOM Makassar melakukan penandatanganan MoU terkait pengawalan dan pengawasan jajanan sekolah.
Pertemuan itu dalam rangka intervensi keamanan pangan terpadu pada program desa pangan aman, dan pangan jajanan anak usia sekolah, serta pasar pangan aman berbasis komunitas.
Baca juga:Masuk Zona Hijau Covid-19, Parepare dan Pinrang Perketat Penggunaan Masker
Sekretaris Kota Parepare, Iwan Asaad saat membuka kegiatan mengatakan, pertemuan lintas sektor digelar untuk menggalang komitmen kegiatan, agar stakeholder dapat mengintervensi masalah kesehatan yang disebabkan pengedaran obat dan makanan berbahan bahaya.
Pemkot Parepare , jelas Iwan yang juga Ketua Tim Koordinasi Pengawasan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya berharap, BPOM terus meningkatkan jejaring di tingkat kota dalam rangka keamanan pangan.
Baca juga:Zero Kasus Aktif Covid-19, Parepare Komitmen Pertahankan Zona Hijau
"Saya berharap program nasional semacam ini adanya kesadaran dari kita semua untuk ikut mengedukasi dan menyosialisasikan untuk melakukan intervensi program terhadap pangan terpadu dari 3 program nasional,” papar Iwan.
Iwan juga mengajak SKPD terkait hingga jajaran terbawah dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan BPOM .
Dengan kolaborasi dan kepedulian serta komitmen bersama, tambah Iwan, ke depan diharapkan adanya kerja sama yang baik di antara semua pihak, sehingga akan dengan mudah mendapatkan solusi penanganan permasalahan keamanan pangan di Parepare.
Baca juga:STQH Diharap Jadi Ajang Pembentukan SDM Berkarakter dan Berakhlak
"Khususnya tiga program nasional, di antaranya keamanan pangan jajanan sekolah, program kelurahan pangan aman, dan pasar pangan berbasis komunitas,” tandas Iwan.
Pada kesempatan tersebut, 3 perwakilan kepala SD, SMP dan SMA dan BPOM Makassar melakukan penandatanganan MoU terkait pengawalan dan pengawasan jajanan sekolah.
(luq)
Lihat Juga :