Berharap Bantuan Bupati, Perempuan Lumpuh di Pidie Jaya Ini Butuh Kursi Roda
Rabu, 02 Juni 2021 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Informasi dari warga, Nita Suria adalah adik kandungnya dari eks kombatan GAM bernama Jalaluddin yang merupakan ajudan almarhum Tgk Abdullah Syafi'i Panglima pusat Gerakan Aceh Merdeka saat masih konflik Aceh dahulu.
Sudah setahun ini, Nita tidak bisa beraktivitas apa-apa. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak pernah keluar rumah. Untuk buang air besar dan kecil, Nita harus dilakukan ditempat pembaringan nya juga.
"Semua aktivitas dilakukan di tempat pembaringan. Anak saya ini lumpuh sejak setahun terakhir. Karena suaminya mencari nafkah, Nita terpaksa tinggal di rumah saya untuk mendapatkan perawatan," papar ibu Nita, Nuraini Musa kepada awak media, Selasa (1/5/2021).
Sudah tiga kali berobat ke RSUZA Banda Aceh, namun hasilnya tak kunjung sembuh. Karena terkendala biaya pendampingan, Nita terpaksa dibawa pulang ke rumah di Abah lueng. Selama ini Nita hanya mendapatkan pengobatan tradisional.
"Niat mau bawa ke dokter memang ada. Tetapi, itu tadi. Kami ini untuk biaya hidup sehari-hari saja susah. Apalagi mau obati dia ke dokter. Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi Nita (istri saya-red)," ujar Ilyas.
"Sedih memang ceritanya. Mau bilang apa, begini sudah kondisi kami di sini. Mau minta bantuan kepada pemerintah juga, kami belum ada akses untuk menjumpai Bupati Pidie Jaya, H. Aiyub Abbas," ungkap Ilyas.
Sudah setahun ini, Nita tidak bisa beraktivitas apa-apa. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan tidak pernah keluar rumah. Untuk buang air besar dan kecil, Nita harus dilakukan ditempat pembaringan nya juga.
"Semua aktivitas dilakukan di tempat pembaringan. Anak saya ini lumpuh sejak setahun terakhir. Karena suaminya mencari nafkah, Nita terpaksa tinggal di rumah saya untuk mendapatkan perawatan," papar ibu Nita, Nuraini Musa kepada awak media, Selasa (1/5/2021).
Sudah tiga kali berobat ke RSUZA Banda Aceh, namun hasilnya tak kunjung sembuh. Karena terkendala biaya pendampingan, Nita terpaksa dibawa pulang ke rumah di Abah lueng. Selama ini Nita hanya mendapatkan pengobatan tradisional.
"Niat mau bawa ke dokter memang ada. Tetapi, itu tadi. Kami ini untuk biaya hidup sehari-hari saja susah. Apalagi mau obati dia ke dokter. Kami hanya bisa pasrah dengan kondisi Nita (istri saya-red)," ujar Ilyas.
"Sedih memang ceritanya. Mau bilang apa, begini sudah kondisi kami di sini. Mau minta bantuan kepada pemerintah juga, kami belum ada akses untuk menjumpai Bupati Pidie Jaya, H. Aiyub Abbas," ungkap Ilyas.
Lihat Juga :