Bersepeda di Jalan Raya, Nyaman atau Rawan?

Rabu, 02 Juni 2021 - 05:57 WIB
loading...
Bersepeda di Jalan Raya,...
Regulasi terkait penggunaan sepeda di jalan raya masih terus digodok Pemprov DKI Jakarta. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Jalan Sudirman-Thamrin kini tidak hanya dikuasai jalur busway dan kendaraan umum. Pengguna sepeda pun kini sudah mendapatkan tempat, karena sudah dibuat jalur khusus. Keberadaannya pun mencolok karena memakan lebar 2 meter, dan sebagian diberi planter box sebagai pembatas.

Rencananya, jalur khusus sepeda tidak akan berhenti di sepanjang 11,2 kilometer dan hanya di jalan utama ibukota tersebut. Pemprov DKI Jakarta menarget menyiapkan sekitar 500 kilometer lebih jalur sepeda hingga 2030 nanti.

Arahnya, selain menciptakan kota modern dan mengurangi polusi karena mendorong masyarakat menggunakan sepeda, langkah tersebut tentu memberi kenyaman dan keamanan pengguna sepeda. Namun, selain adanya penegakkan aturan, tujuan tersebut bisa dicapai bila semua pengguna jalan disiplin dengan aturan lalu lintas, termasuk pengguna sepeda sendiri.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pembangunan jalur sepeda permanen di wilayah DKI Jakarta sudah melalui proses yang panjang. Bahkan, sejak 2012 telah ada Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 896 Tahun 2012 tentang Penetapan Lajur Sepeda di Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Beredar Video, Ditlantas Izinkan Pesepeda Road Bike Melintas di Jalan Sudirman pada Jam Tertentu

Kepgub ini kemudian diperbaharui atau dicabut dengan Peraturan Gubernur Daerah Nomor 128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Lajur Sepeda. Di dalam Kepgub maupun Pergub itu, telah termaktub terkait dengan pembangunan jalur sepeda di Jakarta termasuk penyediaan jalur sepeda permanen.

Menurut Syafrin, setelah melalui proses kajian kemudian Pemprov memutuskan pada 2021 dilakukan pembangunan jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Pembangunan jalur sepeda sepanjang 11,2 kilometer dengan lebar 2 meter menggunakan biaya sekitar Rp30 miliar yang dananya berasal dari kompensasi pihak ketiga, bukan dari APBD.

Baca juga: Warganet Sesalkan JLNT Casablanca Digunakan Pesepeda

Dijelaskannya, kompensasi pihak ketiga itu menggunakan skema Surat Persetujuan Penunjukan Penggunaan Lokasi atau Lahan (SP3L). Syafrin memaparkan, untuk jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin itu juga disiapkan pembatasnya planter box yang diproduksi di workshop kontraktor dan marka pada badan jalan serta disediakan beberapa fasilitas bagi para pesepeda. Fasilitas itu di antaranya yakni way finding, pijakan kaki di kaki simpang dalam lintasan jalur sepeda, dan rest area berupa bike rack pada trotoar.

"Kami akan edukasi kepada seluruh pengendara, baik itu kendaraan bermotor atau sepeda, untuk menggunakan lajur yang sudah diperuntukkan bagi masing-masing jenis kendaraan," ujar Syafrin beberapa waktu lalu.

Dia lantas memaparkan, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya berencana menyiapkan sekitar 500 kilometer jalur sepeda hingga 2030 nanti. Jalur tersebut merupakan kombinasi yakni bersifat mix traffic (bisa dilintasi kendaraan bermotor) dan jalur sepeda bersifat permanen. Syafrin mengklaim, pengadaan dan pembelakuan jalur sepeda permanen telah mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan baik pengguna sepeda maupun kendaraan bermotor.

Baca juga: Pesepeda Terobos Lampu Merah, Netizen Beri Sindiran Menohok

Untuk sterilisasi dan keamanan jalur sepeda permanen, maka Pemprov melalui Dishub terus berkoordinasi dengan dan meminta bantuan pengawasan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.

"Yang kami akan dorong adalah bagaimana upaya kita bersama untuk mensosialisasikan keberadaan jalur ini kepada masyarakat. Sehingga masyarakat yang tadinya biasa melakukan pelanggaran, tidak tertib dalam berlalu lintas, ke depan dalam melakukan berkendara di jalan itu lebih disiplin," ungkapnya

Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai, pembangunan dan pembelakuan jalur sepeda permanen di sejumlah wilayah DKI Jakarta oleh Pemprov DKI Jakarta sebetulnya diarahkan untuk menciptakan perbaikan tingkat polusi udara Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
GFNY Belitung 2026,...
GFNY Belitung 2026, Group Ride Jakarta 1 Galang Kebersamaan Komunitas Pesepeda
Genio Bike Luncurkan...
Genio Bike Luncurkan Dua Model Sepeda Terbaru: Folkzy XY dan Folkzy XX
Menaklukkan Jantung...
Menaklukkan Jantung Kalimantan: Di Balik Peluh dan Aspal Tour de Loksado
Rekomendasi
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved