Terbakar Api Cemburu, Alasan TB Bakar Hidup-hidup Tetanganya di Cengkareng
Selasa, 01 Juni 2021 - 19:25 WIB
loading...
TB, tersangka pembakar hidup-hidup pria di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku terbakar api cemburu. Foto: MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - TB, tersangka pembakar hidup-hidup pria di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku terbakar api cemburu hingga tersulut emosi saat mendengar istrinya selingkuh dengan tetangganya sendiri. Sehingga, ia nekat menyiramkan cairan tiner dan membakar korban saat pulang kerja.
Kepada polisi, TB mengaku mendengar kabar perselingkuhan istrinya dari istri dan anak korban yang bernama Mulyono. Baca juga: Polisi Masih Menyelidiki Kasus Warga Cengkareng Dibakar Hidup-hidup
"Istri sama anak korban sering pergokin korban selingkuh dengan istri saya," ujarnya ditanyai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (1/6/2021).
Lebih lanjut, TB menceritakan kronologis pembakaran. Saat itu ia mengambil sebuah botol minuman yang di dalamnya terdapat cairan tinner yang biasa dipakainya untuk mengelas besi.
Selanjutnya, ketika TB melihat Mulyono pulang kerja, ia langsung menyiramkan cairan tinner tersebut dan melemparkan korek api kepada Mulyono. "Itu spontan," aku TB. Baca juga: Mulyono, Korban Pembakaran Hidup-hidup Meninggal dan Dibawa ke RS Polri Kramat Jati
Sementara, Kasat Reskrim Polres Jakbar, Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan peristiwa yang terjadi 20 Maret 2021 lalu itu membuat korban bernama Mulyono tewas karena luka bakar 70 persen.
Saat itu kata Joko, Mulyono masih hidup dan dilarikan ke RSUD Cengkareng. Di rumah sakit, Mulyono menjalani perawatan intensif.Namun karena luka bakar yang cukup parah, Mulyono tewas setelah 10 hari jalani perawatan di rumah sakit.
Kepada polisi, TB mengaku mendengar kabar perselingkuhan istrinya dari istri dan anak korban yang bernama Mulyono. Baca juga: Polisi Masih Menyelidiki Kasus Warga Cengkareng Dibakar Hidup-hidup
"Istri sama anak korban sering pergokin korban selingkuh dengan istri saya," ujarnya ditanyai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (1/6/2021).
Lebih lanjut, TB menceritakan kronologis pembakaran. Saat itu ia mengambil sebuah botol minuman yang di dalamnya terdapat cairan tinner yang biasa dipakainya untuk mengelas besi.
Selanjutnya, ketika TB melihat Mulyono pulang kerja, ia langsung menyiramkan cairan tinner tersebut dan melemparkan korek api kepada Mulyono. "Itu spontan," aku TB. Baca juga: Mulyono, Korban Pembakaran Hidup-hidup Meninggal dan Dibawa ke RS Polri Kramat Jati
Sementara, Kasat Reskrim Polres Jakbar, Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan peristiwa yang terjadi 20 Maret 2021 lalu itu membuat korban bernama Mulyono tewas karena luka bakar 70 persen.
Saat itu kata Joko, Mulyono masih hidup dan dilarikan ke RSUD Cengkareng. Di rumah sakit, Mulyono menjalani perawatan intensif.Namun karena luka bakar yang cukup parah, Mulyono tewas setelah 10 hari jalani perawatan di rumah sakit.
Lihat Juga :