Kesedihan Pedagang, Ketika Masjid Istiqlal Tidak Gelar Salat Idul Fitri
Minggu, 24 Mei 2020 - 10:26 WIB
loading...
Di Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Masjid Istiqlal telah memastikan tidak menggadakan Salat Idul Fitri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona di masyarakat secara luas. Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Di Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Masjid Istiqlal telah memastikan tidak menggadakan Salat Idul Fitri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona di masyarakat secara luas. Peniadaan Salat Idul Fitri di Masjid Istiqal saat ini, rupanya membawa dampak besar bagi masyarakat yang biasa mencari rejeki di sekitaran masjid.
Seperti yang dirasakan pedagang Mie Ayam, Sulimah (55). Warga asal menceritakan Penjambon, Jakarta Pusat ini menceritakan bahwa di setiap Hari Raya Idul Fitri, dirinya selalu berjualan di samping masjid yang berseberangan dengan Gereja Katedral itu. (Baca juga: Kisah Polisi Rela Jauh dari Anak-Istri demi Tugas di Idul Fitri)
"Biasanya pas Idul Fitri saya sudah siap dari pagi untuk jualan di depan gereja menunggu orang selesai Salat Id. Tapi sekarang jadi beda jauh semenjak ada virus Corona," ujar Sulimah kepada SINDOnews di Gerbang Utama Mesjid, Minggu (24/5/2020).
Warga asal Sampang, Madura ini berkisah dimana pada Idul Fitri tahun lalu biasanya jualannya mencapai 50 bahkan sampai 70 mangkok dalam hitungan sehari. "Biasanya dari jualan itu, buat modal saya untuk pulang kampung sehabis Lebaran. Tapi sekarang beda, cuma satu mangkok keluar," tutur Suli yang sesekali mengeluarkan air matanya.
Sulipun menambahkan semenjak adanya pandemi membuat dirinya harus memutar otak untuk mencari uang tambahan. "Saya bingung, buat uang kontrakan juga susah. Sekalipun dapat pelanggan tidak boleh makan di tempat. Mudah mudahan ini segera selesai, sebab pencarian saya soalnya memang hanya di sini," jelasnya.
Seperti yang dirasakan pedagang Mie Ayam, Sulimah (55). Warga asal menceritakan Penjambon, Jakarta Pusat ini menceritakan bahwa di setiap Hari Raya Idul Fitri, dirinya selalu berjualan di samping masjid yang berseberangan dengan Gereja Katedral itu. (Baca juga: Kisah Polisi Rela Jauh dari Anak-Istri demi Tugas di Idul Fitri)
"Biasanya pas Idul Fitri saya sudah siap dari pagi untuk jualan di depan gereja menunggu orang selesai Salat Id. Tapi sekarang jadi beda jauh semenjak ada virus Corona," ujar Sulimah kepada SINDOnews di Gerbang Utama Mesjid, Minggu (24/5/2020).
Warga asal Sampang, Madura ini berkisah dimana pada Idul Fitri tahun lalu biasanya jualannya mencapai 50 bahkan sampai 70 mangkok dalam hitungan sehari. "Biasanya dari jualan itu, buat modal saya untuk pulang kampung sehabis Lebaran. Tapi sekarang beda, cuma satu mangkok keluar," tutur Suli yang sesekali mengeluarkan air matanya.
Sulipun menambahkan semenjak adanya pandemi membuat dirinya harus memutar otak untuk mencari uang tambahan. "Saya bingung, buat uang kontrakan juga susah. Sekalipun dapat pelanggan tidak boleh makan di tempat. Mudah mudahan ini segera selesai, sebab pencarian saya soalnya memang hanya di sini," jelasnya.
Lihat Juga :