Dapat Nilai E dalam Penanganan COVID-19, Wagub DKI Siap Evaluasi Menyeluruh
Jum'at, 28 Mei 2021 - 10:31 WIB
loading...
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pihaknya bakal mengevaluasi penanganan COVID-19. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, pihaknya bakal mengevaluasi penanganan COVID-19 . Hal tersebut menyusul adanya pernyataan dari Wamenkes terkait penanganan virus asal Wuhan, China itu. "Semuanya nanti akan kami evaluasi dan saya," kata Ariza di Jakarta, Jumat (28/5/2021).
Dia juga enggan berkomentar banyak terkait kejadian itu. Sebab, dia mengaku belum mengetahui apa yang menjadi dasar pemerintah pusat memberikan nilai buruk terhadap penanganan COVID-19 di DKI. "Nanti kami akan cek kembali apa yang menjadi dasarnya," tambah Ariza.
Meskipun begitu, Ariza memastikan, pihaknya telah bekerja maksimal dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang sudah melanda sejak tahun lalu. "Prinsipnya kami terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana, kemudian tenaga kesehatan juga kami tambah terus," tuturnya. (Baca juga; Berstatus Zona Merah, Satgas Minta 7 Daerah Ini Perbaiki Penanganan COVID-19 )
Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi nilai E atau yang terburuk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi COVID-19 selama pekan epidemiologi ke-20, yakni 16-22 Mei 2021.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, penilaian kualitas pengendalian pandemi itu berdasarkan tingkat laju penularan dan kapasitas respons layanan kesehatan di setiap daerah. (Baca juga; Anies Dapat 2 Instruksi dari Jokowi Soal Penanganan Covid-19 Usai Mudik )
Dia juga enggan berkomentar banyak terkait kejadian itu. Sebab, dia mengaku belum mengetahui apa yang menjadi dasar pemerintah pusat memberikan nilai buruk terhadap penanganan COVID-19 di DKI. "Nanti kami akan cek kembali apa yang menjadi dasarnya," tambah Ariza.
Meskipun begitu, Ariza memastikan, pihaknya telah bekerja maksimal dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang sudah melanda sejak tahun lalu. "Prinsipnya kami terus meningkatkan fasilitas sarana prasarana, kemudian tenaga kesehatan juga kami tambah terus," tuturnya. (Baca juga; Berstatus Zona Merah, Satgas Minta 7 Daerah Ini Perbaiki Penanganan COVID-19 )
Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi nilai E atau yang terburuk kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait kualitas pengendalian pandemi COVID-19 selama pekan epidemiologi ke-20, yakni 16-22 Mei 2021.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebutkan, penilaian kualitas pengendalian pandemi itu berdasarkan tingkat laju penularan dan kapasitas respons layanan kesehatan di setiap daerah. (Baca juga; Anies Dapat 2 Instruksi dari Jokowi Soal Penanganan Covid-19 Usai Mudik )
Lihat Juga :