Kasus COVID-19 Perumahan Griya Melati Bogor Jadi 60 Orang, Bima Arya Tetapkan Sebagai KLB

Senin, 24 Mei 2021 - 16:22 WIB
loading...
Kasus COVID-19 Perumahan...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang. Foto/SINDOnews/Haryudi
A A A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Perumahan Griya Melati Bogor kembali bertambah jadi 60 orang. Pemerintah Kota Bogor menetapkan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Selama ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), yang kemarin menjalani rapid test antigen hari ini diwajibkan PCR lagi. Hasilnya jadi bertambah yang sebelumnya 58 orang jadi 60 orang," kata Bima Arya di Balaikota Bogor, Senin (24/5/2021).

Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menegaskan, seluruh kontak erat yang sebelumnya menjalani rapid antigen diwajibkan PCR. Selain berstatus KLB, juga karena antigen tidak sepenuhnya valid. (Baca juga; Positif Covid-19, 57 Warga Griya Melati Bogor Jalani Karantina di Pusat Isolasi BPKP Ciawi )

"Jadi perlu diulang, karena antigen ini langkah kedua sesuai dengan kordinasi Kemenkes. Selain itu agar semua yang positif kembali menjalani proses isolasi mandiri tidak dilakukan di kediaman karena dikhawatirkan akan terjadi penularan risiko," ungkapnya.

Tak lupa Bima Arya juga menyampaikan terima kasih kepada aparatur RT/RW di Perumah Griya Melati Bogor yang sudah bergerak cepat sehingga kasus ini cepat tertangani. (Baca juga; Wakil Wali Kota Bogor Nilai Isolasi Mandiri Tak Aman, Kasus COVID-19 di Griya Melati Jadi 46 Orang )

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Condro Purnomo menambahkan, dengan ditetapkannya KLB kasus Covid-19 di Griya Melati, maka sesuai ketentuan dari pemerintah penanganan itu ada di tingkat RT.

"Maka dari itu Perumahan Griya Melati kami anggap sebagai karantina area terbatas, untuk mencegah penyebaran bagi warga lainnya, kita mengacu kepada analisa hasil pelacakan kontak erat," jelasnya.

Menurutnya, bagi mereka yang sakit penanganannya oleh Dinkes Kota Bogor, namun demikian untuk yang sehat, dilakukan berdasarkan empat kategori.

"Tentunya kita mengacu kepada hasil analisis dari tim dinkes untuk melacak kontak erat, sehingga kami dari Satgas COVID-19 agar menyampaikan informasi ini sebenar-benarnya kepada para tetangga agar tidak sampai tertular," tegasnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri Canangkan...
Kemendagri Canangkan Satpol PP sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Asri
Wamendagri: Kepemimpinan...
Wamendagri: Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif di Daerah Sangat Penting
Wamendagri Buka Suara...
Wamendagri Buka Suara Soal Usulan Denda e-KTP Hilang: Itu Biaya Cetak Baru
Rekomendasi
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved