Mudik Saat Pandemi COVID-19, Ini Kata Imam Besar Masjid Istiqlal
Sabtu, 23 Mei 2020 - 12:03 WIB
loading...
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar. Foto/Dok.Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
A
A
A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Sementara Hari Raya Idul Fitri 1441 H, tinggal menunggu hitungan jam saja. Gelombang arus mudik pun harus tertahan akibat pandemi COVID-19.
(Baca juga: Keterlaluan! KKB Tembak 2 Tenaga Medis COVID-19 di Intan Jaya )
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar mengatakan, bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi COVID-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman.
Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran bagi tetangga orang tua di rumah.
"Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orang tua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orang tuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya," kata Nasaruddin di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (23/5/2020).
Dalam hal ini, kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orang tua di kampung menjadi takut tertular virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Sebab, aktivitas mudik juga sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus, meski tanpa gejala atau tidak menunjukkan sakit, kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.
"Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita was-was," ujar Nasaruddin menarasikan.
(Baca juga: Keterlaluan! KKB Tembak 2 Tenaga Medis COVID-19 di Intan Jaya )
Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Nasaruddin Umar mengatakan, bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi COVID-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman.
Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran bagi tetangga orang tua di rumah.
"Kalau kita mudik sekarang, kasihan (orang tua), memberikan beban moral terhadap orang tua kita. Banyak pengalaman yang kita terima dari kampung. Akhirnya orang tuanya dikucilkan gara-gara (menerima) tamunya, anaknya dari Jakarta, misalnya," kata Nasaruddin di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (23/5/2020).
Dalam hal ini, kehadiran pemudik dari kota besar seperti Jakarta akan membuat tetangga orang tua di kampung menjadi takut tertular virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Sebab, aktivitas mudik juga sangat berpotensi membuat seseorang menjadi pembawa virus, meski tanpa gejala atau tidak menunjukkan sakit, kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.
"Ini gara-gara tetangga kita membawa tamu dari kota. Ini kita was-was," ujar Nasaruddin menarasikan.
Lihat Juga :