Lagi, Seorang Bocah di Makassar Diculik Lalu Ditukar Tabung Gas
Selasa, 18 Mei 2021 - 17:18 WIB
loading...
Bhabinkamtibmas Ballaparang, Aipda Syarifuddin bersama korban penculikan berinisial A, Selasa (18/5). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Modus pencurian tabung gas dengan modus menitipkan anak kecil kembali terjadi di Makassar, kali ini korbannya bocah 10 tahun berinisial A. Korban dititipkan di toko kelontongan sekitar Jalan Pelita Raya IV, Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini, Selasa (18/5).
Bhabinkamtibmas Ballaparang, Aipda Syarifuddin mengatakan, dari keterangan pemilik toko, korban dibawa oleh seorang pria menggunakan sepeda motor matik.
Baca juga: Duh! Anak 7 Tahun Diculik lalu Ditukar dengan 2 Tabung Gas di Toko Klontong
"Pelaku ini mengakuinya sebagai orang tua si anak. Titipkan ke pemilik warung, terus bawa 4 tabung gas LPG 3 kilogram," ucapnya.
Laporan pertama kali diterima Syarifuddin dari RT setempat, usai mendapat aduan dari pemilik toko. Bocah tersebut mengaku diculik ketika bermain di sekitar rumahnya di Jalan Jalan Bumi Karsa, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang.
Syarifuddin melanjutkan, korban dibujuk dengan iming-iming uang sebesar Rp5.000. "Korban langsung naik, terus dibawa keliling dulu, sampai di toko yang juga pangkalan LPG 3 Kg. Iya (diimingi uang Rp5.000) kan supaya mau ikut," jelasnya.
Sebelum diturunkan, kata Syarifuddin bocah diminta untuk mengakui penculik sebagai ayahnya kepada pemilik toko. "Yang punya toko namanya H Ghalib, itu orang (terduga penculik) bilang mau beli gas tapi lupa bawa uang, jadi dititip itu anak, sebagai jaminan," ujarnya.
Baca juga:Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas, Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku
Syarifuddin mengaku telah memulangkan A ke rumahnya di Kecamatan Panakkukang. Orang tua korban disebutkan telah melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polrestabes Makassar . "Orang tuanya bersyukur karena ini anak juga punya kelainan agak susahki bicara," tuturnya.
"Sekarang sementara saya dampingi orang tuanya buat laporan di Polrestabes . Mau ke Bhayangkara dulu untuk visum karena untuk dipastikan jangan sampai ada kekerasan juga dialami," tukas Syarifuddin.
Terpisah pemilik toko, H Ghalib mengaku orang misterius itu datang bersama korban sekitar pukul 11.00 Wita. "Langsung masuk ambil tabung gas, empat. Baru dia bilang lupa bawa uang. Saya simpan anakku dulu. Baru buru-buru pergi," ucapnya.
Baca juga:Banyak Ungkap Kasus Anak, Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Kementerian PPPA
Kakek 75 tahun itu, sempat curiga dengan pelaku. "Saya bilang tidak bisa pak, tapi dia langsung pergi bawa itu tabung, empat. Di situ mulai menangis itu anak, saya bingung, ku kejar. Tapi tidak ku dapat. Jadi saya lapor pak RW. Anak itu bicarami kalau dia diculik," tukas Ghalib.
Kasus seperti ini pernah terjadi di Kota Makassar Juli tahun lalu. Korbannya berinisial AAD. Ia diculik di Jalan Kampung Nipa-nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Ia lalu dijadikan jaminan bagi pelaku untuk mengambil beberapa tabung di toko kelontong di Kecamatan Tamalanrea.
Bhabinkamtibmas Ballaparang, Aipda Syarifuddin mengatakan, dari keterangan pemilik toko, korban dibawa oleh seorang pria menggunakan sepeda motor matik.
Baca juga: Duh! Anak 7 Tahun Diculik lalu Ditukar dengan 2 Tabung Gas di Toko Klontong
"Pelaku ini mengakuinya sebagai orang tua si anak. Titipkan ke pemilik warung, terus bawa 4 tabung gas LPG 3 kilogram," ucapnya.
Laporan pertama kali diterima Syarifuddin dari RT setempat, usai mendapat aduan dari pemilik toko. Bocah tersebut mengaku diculik ketika bermain di sekitar rumahnya di Jalan Jalan Bumi Karsa, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang.
Syarifuddin melanjutkan, korban dibujuk dengan iming-iming uang sebesar Rp5.000. "Korban langsung naik, terus dibawa keliling dulu, sampai di toko yang juga pangkalan LPG 3 Kg. Iya (diimingi uang Rp5.000) kan supaya mau ikut," jelasnya.
Sebelum diturunkan, kata Syarifuddin bocah diminta untuk mengakui penculik sebagai ayahnya kepada pemilik toko. "Yang punya toko namanya H Ghalib, itu orang (terduga penculik) bilang mau beli gas tapi lupa bawa uang, jadi dititip itu anak, sebagai jaminan," ujarnya.
Baca juga:Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas, Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku
Syarifuddin mengaku telah memulangkan A ke rumahnya di Kecamatan Panakkukang. Orang tua korban disebutkan telah melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polrestabes Makassar . "Orang tuanya bersyukur karena ini anak juga punya kelainan agak susahki bicara," tuturnya.
"Sekarang sementara saya dampingi orang tuanya buat laporan di Polrestabes . Mau ke Bhayangkara dulu untuk visum karena untuk dipastikan jangan sampai ada kekerasan juga dialami," tukas Syarifuddin.
Terpisah pemilik toko, H Ghalib mengaku orang misterius itu datang bersama korban sekitar pukul 11.00 Wita. "Langsung masuk ambil tabung gas, empat. Baru dia bilang lupa bawa uang. Saya simpan anakku dulu. Baru buru-buru pergi," ucapnya.
Baca juga:Banyak Ungkap Kasus Anak, Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Kementerian PPPA
Kakek 75 tahun itu, sempat curiga dengan pelaku. "Saya bilang tidak bisa pak, tapi dia langsung pergi bawa itu tabung, empat. Di situ mulai menangis itu anak, saya bingung, ku kejar. Tapi tidak ku dapat. Jadi saya lapor pak RW. Anak itu bicarami kalau dia diculik," tukas Ghalib.
Kasus seperti ini pernah terjadi di Kota Makassar Juli tahun lalu. Korbannya berinisial AAD. Ia diculik di Jalan Kampung Nipa-nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Ia lalu dijadikan jaminan bagi pelaku untuk mengambil beberapa tabung di toko kelontong di Kecamatan Tamalanrea.
(luq)