Ada Praktik Jual Beli Tanda Tangan dan Foto Wali Kota, Dewan Panggil Disdik Makassar
Selasa, 18 Mei 2021 - 10:15 WIB
loading...
DPRD Makassar bakal memanggil Disdik Makassar terkait temuan praktik jual beli tanda tangan dan foto Wali Kota Makassar. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar dinilai rawan terjadi pungutan liar atau pungli. Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto bahkan mendapat keluhan terkait adanya jual beli tanda tangan hingga foto wali kota.
Berdasarkan laporan yang diterima, tak tanggung-tanggung satu kali tanda tangan senilai Rp2 juta. Sedangkan jual beli foto wali kota dan wakil wali kota di sekolah-sekolah senilai Rp500 ribu sepasang.
Temuan ini membuat DPRD Makassar geram. Dewan bahkan akan memanggil Dinas Pendidikan Makassar untuk meminta penjalasan terkait temuan tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir.
Baca Juga: Oknum Pegawai Disdik Makassar Lakukan Pungli, Guru hingga Kepsek Mengeluh
"Insya Allah besok (hari ini) kita rapat dengan Disdik Makassar soal ini. Kita minta penjelasan terkait penjualan buku pelajaran, penjualan foto dan tanda tangan," tegas Wahab.
Meski begitu, Wahab tidak mau berspekulasi terkait dengan temuan tersebut. Dia ingin mendengar penjelasan langsung dari Disdik Makassar perihal hal ini. "Insya Allah besok semua akan jelas," ujar dia.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Yeni Rahman juga enggan berspekulasi banyak ihwal temuan itu. Sebab, Yeni tidak ingin langsung berkomentar sebelum ada penjelasan resmi dari Disdik Makassar.
Baca Juga: Persiapan Belajar Tatap Muka, Sekolah Minta Persetujuan Orang Tua
"Saya gak mau memberikan komentar tanpa croscek langsung hanya selalu menduga," ucap dia.
Karena itu pihaknya ingin menggelar rapat dengar pendapat dengan Disdik Makassar. Termasuk membahas ada isu jual beli foto wali kota dan wakil wali kota yang belakangan ini merebak.
"Kami kebetulan komisi D mau mengadakan rapat dengan Disdik tentang isu yang beredar belakangan ini. Jadi terjawab besok (hari ini) ini," tandas dia.
Baca Juga: Pelaksanaan Job Fit di Pemkot Makassar Diminta Tak Jadi Politik Balas Budi
Berdasarkan laporan yang diterima, tak tanggung-tanggung satu kali tanda tangan senilai Rp2 juta. Sedangkan jual beli foto wali kota dan wakil wali kota di sekolah-sekolah senilai Rp500 ribu sepasang.
Temuan ini membuat DPRD Makassar geram. Dewan bahkan akan memanggil Dinas Pendidikan Makassar untuk meminta penjalasan terkait temuan tersebut. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir.
Baca Juga: Oknum Pegawai Disdik Makassar Lakukan Pungli, Guru hingga Kepsek Mengeluh
"Insya Allah besok (hari ini) kita rapat dengan Disdik Makassar soal ini. Kita minta penjelasan terkait penjualan buku pelajaran, penjualan foto dan tanda tangan," tegas Wahab.
Meski begitu, Wahab tidak mau berspekulasi terkait dengan temuan tersebut. Dia ingin mendengar penjelasan langsung dari Disdik Makassar perihal hal ini. "Insya Allah besok semua akan jelas," ujar dia.
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Yeni Rahman juga enggan berspekulasi banyak ihwal temuan itu. Sebab, Yeni tidak ingin langsung berkomentar sebelum ada penjelasan resmi dari Disdik Makassar.
Baca Juga: Persiapan Belajar Tatap Muka, Sekolah Minta Persetujuan Orang Tua
"Saya gak mau memberikan komentar tanpa croscek langsung hanya selalu menduga," ucap dia.
Karena itu pihaknya ingin menggelar rapat dengar pendapat dengan Disdik Makassar. Termasuk membahas ada isu jual beli foto wali kota dan wakil wali kota yang belakangan ini merebak.
"Kami kebetulan komisi D mau mengadakan rapat dengan Disdik tentang isu yang beredar belakangan ini. Jadi terjawab besok (hari ini) ini," tandas dia.
Baca Juga: Pelaksanaan Job Fit di Pemkot Makassar Diminta Tak Jadi Politik Balas Budi
(agn)
Lihat Juga :