Tak Efektif, Sahroni Dukung Polisi Tiadakan Jalur Sepeda Permanen di Sudirman
Minggu, 09 Mei 2021 - 14:44 WIB
loading...
Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni saat gowes bareng anggota komunitas Bromlin. Foto/Dok.Ahmad Sahroni
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya tengah menggodok peniadaan jalur sepeda permanen di Sudirman, Jakarta. Alasannya, keberadaan jalur tersebut tidak efektif karena masih sering dilewati sepeda motor dan tingginya angka kecelakaan.
Terkait rencana ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal DKI Jakarta Ahmad Sahroni menyampaikan dukungannya. Menurut Sahroni, hal itu memang perlu dilakukan mengingat keberadaan jalur sepeda yang tidak efektif.
“Saya menyambut baik gagasan Polda Metro Jaya untuk meniadakan jalur sepeda permanen di Sudirman. Sebagai orang yang rutin lewat jalur Sudirman-Thamrin baik dengan mobil maupun dengan sepeda, saya melihat jalur sepeda ini sangat tidak efektif,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).
Lebih lanjut, Sahroni menilai, kehadiran jalur sepeda itu terkesan tidak berfaedah dan justru memancing banyak pelanggaran. Baca juga: Beton Pembatas Jalur Sepeda Ditabrak Mobil, Dishub DKI: Mungkin Pengemudi Ngantuk
“Jalur sepeda ini tidak cocok untuk aktivitas pesepeda sport yang kecepatannya cukup tinggi. Sehingga mereka terpaksa tak melewati jalur sepeda. Lagipula pesepeda sport hanya melintas paling lama 3 jam, dari jam 5-8 pagi,” tuturnya.
Dengan begitu, sambung Sahroni, maka pada akhirnya jalur sepeda akan lebih banyak dimanfaatkan oleh pesepeda motor dibanding pesepeda.
“Dengan begini, pada akhirnya jalur sepeda dipenuhi oleh pengendara sepeda motor. Sehingga benar-benar tidak efektif dan cenderung menyusahkan banyak pihak,” tandasnya. Baca juga: Diklakson Suruh Pakai Jalur Sepeda, Pesepeda Arogan Malah Acungkan Jari Tengah
Terkait rencana ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal DKI Jakarta Ahmad Sahroni menyampaikan dukungannya. Menurut Sahroni, hal itu memang perlu dilakukan mengingat keberadaan jalur sepeda yang tidak efektif.
“Saya menyambut baik gagasan Polda Metro Jaya untuk meniadakan jalur sepeda permanen di Sudirman. Sebagai orang yang rutin lewat jalur Sudirman-Thamrin baik dengan mobil maupun dengan sepeda, saya melihat jalur sepeda ini sangat tidak efektif,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).
Lebih lanjut, Sahroni menilai, kehadiran jalur sepeda itu terkesan tidak berfaedah dan justru memancing banyak pelanggaran. Baca juga: Beton Pembatas Jalur Sepeda Ditabrak Mobil, Dishub DKI: Mungkin Pengemudi Ngantuk
“Jalur sepeda ini tidak cocok untuk aktivitas pesepeda sport yang kecepatannya cukup tinggi. Sehingga mereka terpaksa tak melewati jalur sepeda. Lagipula pesepeda sport hanya melintas paling lama 3 jam, dari jam 5-8 pagi,” tuturnya.
Dengan begitu, sambung Sahroni, maka pada akhirnya jalur sepeda akan lebih banyak dimanfaatkan oleh pesepeda motor dibanding pesepeda.
“Dengan begini, pada akhirnya jalur sepeda dipenuhi oleh pengendara sepeda motor. Sehingga benar-benar tidak efektif dan cenderung menyusahkan banyak pihak,” tandasnya. Baca juga: Diklakson Suruh Pakai Jalur Sepeda, Pesepeda Arogan Malah Acungkan Jari Tengah
(mhd)
Lihat Juga :