Dinas Pertanian Target Jadikan Luwu Sentra Penghasil Bawang Merah

Jum'at, 07 Mei 2021 - 19:07 WIB
loading...
Dinas Pertanian Target...
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Albadrun A Picunang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A A A
LUWU - Dinas Pertanian Kabupaten Luwu mulai melirik pengembangan bawang merah . Ditargetkan, Kabupaten Luwu bisa menjadi sentra penghasil bawang merah di Sulsel.

Kepala Dinas Pertanian , Albadrun A Picunang mengungkapkan, Kabupaten Luwu saat ini masih kekurangan sekitar 1.000 ton bawang merah per tahun.

Baca juga:Dinas Pertanian Akan Carikan Solusi Terkait Penyerapan Beras Petani

Sehingga potensi pasar pada sektor hortikultura khususnya bawang merah sangat menjanjikan perbaikan ekonomi masyarakat. Artinya pasarnya cukup baik, khusus di Kabupaten Luwu, sangat potensial.

"Lahan pertanian bawang di Latimojong tadinya 5 hektare sekarang sudah 15 hektare, ke depan akan kita kembangkan. Kebutuhan bawang kita 1.200 ton pertahun, dan kita baru bisa penuhi 200 ton per tahun sehingga kita masih akan mengimpor bawang sekitar 1.000 ton ke Luwu," ungkapnya baru-baru ini.

Albadrun menyampaikan, produksi bawang merah Kabupaten Luwu mencapai 251 ton pada tahun 2020, meningkat 709,7 persen dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai 31 ton.

Luas panen bawang merah mencapai 51 ha dengan tingkat produktivitas 4,92 ton per hektare. "Lahan panen bawang merah tersebar pada 4 (empat) kecamatan di Kabupaten Luwu dengan luasan terbesar berada di Kecamatan Latimojong 37 haktare, selanjutnya Bassesangtempe Utara 7 hektare, Bupon 5,5 hektare, dan Larompong 1,5 hektare," ujarnya.

Baca juga:Pelaksanaan Pasar Murah di Luwu Bakal Diperluas hingga ke Desa

Pada tahun 2021 tanaman bawang merah mulai diusahakan di sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Lamasi, Lamasi Timur, Bassesangtempe, dan Bajo.

"Penyebaran yang cukup meluas terutama dlsebabkan oleh tanaman bawang merah dapat ditanam dan tumbuh antara 0 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan pada hampir semua jenis tanah," katanya.

"Namun pertumbuhan optimalnya pada ketinggian antara 0 hingga 400 MDPL untuk ke banyak varietas yang dikembangkan di Indonesia," sambung Kadis Pertanian Luwu .

Selain itu kata dia, peluang pasar komoditas bawang merah masih terbuka lebar terutama untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Luwu.

Data lapangan menyebutkan, rata-rata konsumsi bawang merah penduduk sekitar 2,76 kg/kapita/tahun, sehingga kebutuhan konsumsi setara dengan 751,31 ton.

Baca juga:Pasar Murah Digelar untuk Antisipasi Spekulasi Harga Sembako di Luwu

"Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi tersebut diperlukan produksi sebesar 1.173,94 ton. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2020 maka masih terdapat defisit sebesar 922.94 ton," rincinya.

Dengan kata lain, produksi yang dihasilkan hanya mampu memenuhi kebutuhan sebesar 21.38 persen.

Pada tingkat produktivitas yang ada saat ini (4,92 ton/ha) kata dia, masih dibutuhkan tambahan luasan pertanaman bawang merah sebesar 187,53 hektare, namun jika produktivitas dapat dinaikan dua kali lipat maka luas tanam yang dperlukan menurun menjadi 93,76 hektar (ha).

Untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Luwu, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, secara bertahap akan melaksanakan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah di beberapa kecamatan potensial melalui penerapan GAP (good agriculture pracuses).

Baca juga:Dinas Koperasi Luwu Dorong Pelaku UKM Daftar Program BPUM

"Sehingga ke depannya mampu mencukupi kebutuhan bawang merah dari produksi setempat. Bahkan surplus sehingga bisa memasok kebutuhan pasar dl daerah sekitarnya, bahkan antar provinsi dan antar pulau," harapnya.

"Sebagai contoh, pada tahun ini, melalui dana APBN akan dikembangkan seluas 15 hektare berlokasi di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong dan Desa Malenggang, Kecamatan Bupon," kuncinya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Delegasi 20 Negara Kunjungi...
Delegasi 20 Negara Kunjungi Bandung, Pelajari Inovasi Budidaya Bawang Merah
Dukung Ketahanan Pangan,...
Dukung Ketahanan Pangan, Pertanian Bawang Merah Dikembangkan di Malang
Hujan 10 Jam, 2 Desa...
Hujan 10 Jam, 2 Desa di Kabupaten Luwu Sulsel Terendam Banjir
Usai Lebaran, Harga...
Usai Lebaran, Harga Bawang Merah di Kulonprogo Tembus Rp60 Ribu Per Kg
Harga Sayuran di Pasar...
Harga Sayuran di Pasar Rangkasbitung Naik, Emak-emak Menjerit Pusing
Bareskrim Bongkar Penyelundupan...
Bareskrim Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang Ilegal, Pengamat: Selaras Asta Cita Presiden
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Bareskrim Bongkar Penyelundupan Bawang
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Rekomendasi
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved