alexametrics

Tantang Petugas Medis di Medsos, Pria Banyumas Ini Ditangkap Polisi

loading...
Tantang Petugas Medis di Medsos, Pria Banyumas Ini Ditangkap Polisi
Isi chat AS alias Mas Black yang menantang para tenaga medis ini akhirnya memicu persoalan. FOTO/IST
A+ A-
BANYUMAS - Jagat media sosial dihebohkan dengan postingan seorang pria asalBanyumas. Pria yang berinisial AS ini menggunggah postingan yang bernada menantang dan meremehkan petugas medis yang tengah berjuang melawan COVID-19.

AS dengan menggunakan nama akun Mas Black memasang status foto petugas medis mengenakan APD lengkap dengan tagar #IndonesiaTerserah!!! #Kamimenyerah. Dalam unggahan di Whatsapp itu, AS memberikan caption bertuliskan: "Emang Lu ngapain? Mijitin pasien corona? Belagak jadi Garda terdepan tapi ga ada kontribusiNya kok tiba2 bilang menyerah."
Postingan status itu kemudian memantik tanggapan rekannya. Termasuk mengingatkan pernyataan itu bakal menimbulkan polemik jika ada yang tak terima dengan status tersebut. Namun, Mas Black pantang surut dan memberikan komentar lebih pedas.

“Ga terima Ya ngaju Ngeneh.” “Nyong ak siap jadi Kelinci percobaan. Silakan Suntik virus corona Stadium 4. Klo ak bsa bertahan dan hidup, semua Jajaran Medis dan pemerintahan yg menghambat dan bikin kebijakan2 yg memberatkan dan menggiring opini masyarakat utk takut corona Utk mundur dari jabatanNya," tulis AS. (Baca juga:Beredar Video Petugas Jenazah COVID-19 Minta Rp3 Juta untuk Biaya Pemakaman)

Polisi segera menelusuri unggahan tersebut dan berhasil mengidentikasi penulisnya. Agar tak berlarut, polisi pun mendatangi rumah AS untuk klarifikasi.

Kasubag Humas Polresta Banyumas Iptu Siti Nurkhayati mengatakan, pihaknya telah mendatangi rumah yang bersangkutan. Setelah dimintai keterangan, AS mengaku sebagai pemilik akun Mas Black yang postingannya mengundang polemik di media sosial.

“Benar bahwa orang berada dalam screenshoot chat WA dalam akun IG tersebut adalah saya dengan Saudari E,” kata Nurkhayati menirukan AS, Jumat (22/5/2020).

Dalam klarifikasi itu, AS juga mengaku jika unggahannya itu sebenarnya untuk memberi semangat kepada petugas medis. Dia tak menyangka jika unggahannya mendapat respons dan diunggah kembali ke media sosial hingga menimbulkan polemik.

“Dalam chat tersebut maksud saya adalah untuk mengkritik dan memberi semangat para tenaga medis yg memasang tagar #Indonesia terserah, kami menyerah#. Namun saya akui dalam hal ini bahasa yang saya gunakan cukup provokatif dan tidak menunjukkan adanya bentuk kritik dan memberi semangat , justru menimbulkan persepsi negatif yang sifatnya provokatif,” ungkap AS.

(nbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak