Penasaran! Ini Sosok Otak Penyebar Hoaks Babi Ngepet Depok
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:33 WIB
loading...
Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar menunjukkan AI, tersangka hoaks babi ngepet Depok. Foto: SINDOnews/R Ratna Purnama
A
A
A
DEPOK - Sosok pria bernama AI (44) kini menjadi fenomenal. AI diketahui otak penyebaran berita bohong atau hoaks babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok. AI sudah ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyebarkan hoaks. Dia dijerat Pasal 10 ayat 1 atau 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
AI ternyata hanya seorang bapak-bapak pada umumnya. Kegiatan sehari-harinya pembuat sangkar burung. “Dia sehari-hari itu kerjanya pembuat sangkar burung dari bambu,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Sejarawan Ini Sebut Kalau Mitos Babi Ngepet sejak Dulu Munculnya di Bulan Puasa
Kebetulan AI bisa mengaji sehingga warga sekitar minta diajari. Beberapa orang datang untuk belajar pada AI. “Ya karena dia bisa mengaji dan ada beberapa orang yang meminta diajarkan oleh dia,” ujarnya.
AI pula yang menginisiasi membuat berita bohong soal babi ngepet. Tersangka nekat mengembuskan hoaks lantaran ingin menjadi lebih terkenal di kampungnya.
“Sebagai tokoh masyarakat ternyata dia tidak terlalu terkenal di kampungnya. Tujuannya supaya lebih terkenal di kampungnya. Karena ini (tersangka) merupakan salah satu tokoh lah. Tapi, tokoh juga tidak terlalu terkenal supaya dia dianggap saja,” ujar Imran.
AI ternyata hanya seorang bapak-bapak pada umumnya. Kegiatan sehari-harinya pembuat sangkar burung. “Dia sehari-hari itu kerjanya pembuat sangkar burung dari bambu,” kata Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar, Minggu (2/5/2021).
Baca juga: Sejarawan Ini Sebut Kalau Mitos Babi Ngepet sejak Dulu Munculnya di Bulan Puasa
Kebetulan AI bisa mengaji sehingga warga sekitar minta diajari. Beberapa orang datang untuk belajar pada AI. “Ya karena dia bisa mengaji dan ada beberapa orang yang meminta diajarkan oleh dia,” ujarnya.
AI pula yang menginisiasi membuat berita bohong soal babi ngepet. Tersangka nekat mengembuskan hoaks lantaran ingin menjadi lebih terkenal di kampungnya.
“Sebagai tokoh masyarakat ternyata dia tidak terlalu terkenal di kampungnya. Tujuannya supaya lebih terkenal di kampungnya. Karena ini (tersangka) merupakan salah satu tokoh lah. Tapi, tokoh juga tidak terlalu terkenal supaya dia dianggap saja,” ujar Imran.
Lihat Juga :