Pembunuhan Balita oleh Ibu Kandung dan Selingkuhan Terungkap karena Dokter Curiga

Jum'at, 30 April 2021 - 19:52 WIB
loading...
Pembunuhan Balita oleh...
Ibu muda berinisial Y (34) dan selingkuhannya RH (32) ditangkap Polres Bengkalis karena membunuh balita berinisial CM (2). Korban merupakan anak kandung Y. Foto/Ist
A A A
BENGKALIS - Ibu muda berinisial Y (34) dan selingkuhannya RH (32) ditangkap Polres Bengkalis, Riau karena terlibat pembunuhan terhadap balita berinisial CM (2). Korban merupakan anak kandung dari Y.

Baca juga: Begini Cara Ibu Kandung Siksa Anak Bersama Selingkuhan hingga Tewas

Kasus ini terungkap berkat kecurigaan seorang dokter yang menangani korban. Awalnya, korban yang dalam kondisi kritis akibat dianiaya oleh RH dibantu oleh Y dibawa ke rumah sakit pada Minggu, 25 April 2021. Sampai di RSUD Bengkalis korban ditangani tim medis.

Baca juga: Unggah Video Warga Mokel dan Nyemplung Selokan, Khofifah: Berubah Jadi Black Panther

"Korban dibawa ke RSUD dengan kondisi sesak napas. Setelah dilakukan pengecekan fisik oleh dokter piket IGD RSUD terhadap CM tersebut terdapat beberapa kejanggalan di tubuh korban," terang Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Jumat (30/4/2021).



Dokter curiga karena terdapat banyak luka di tubuh balita malang berjenis kelamin wanita tersebut. Dokter pun mencecar Y dan RH alias Agi terkat kondisi fisik CM apa sebenarnya yang terjadi.

"Dokter menanyakan apa yang terjadi pada tubuh pasien karena banyak luka lebam di sekujur tubuhnya. Saat ini tersangka Agi berkilah kalau CM mengalami hal itu karena
terjatuh di dalam rumah," imbuhnya.

Namun dokter piket tidak percaya begitu saja. Dia pun mencecar pertanyaan pertanyaan terkait kondisi fisik lainnya yang juga mencurigakan. "Kemudian dokter spesialis
anak itu menanyakan kepada orang tua korban tersebut kenapa di kedua sisi leher korban juga ada luka memar kalau memang terjatuh," imbuhnya.

RH alias Agi pun gugup atas pertanyaan pertanyaan dokter. Diapun marah dan menganggap dokter itu menuduh dirinya yang melakukan penganiayaan. "Ibu dokter jangan menuduh saya yang melakukan penganiayaan itu," jawab Kapolres mengutip kalimat Agi saat dicecar dokter.

Tak lama setelah ditangani di rumah sakit, CM menghembuskan napas terakhir setelah sempat tidak sadarkan diri.

Melihat kejanggalan dan sikap RH, pihak dokter menghubungi Dinas Perlindungan Anak Pemkab Bengkalis. Kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak Polres Bengkalis akhirnya berhasil membekuk keduanya.

Hasil introgasi, RH mengaku menghabisi nyawa anak dari Y karena kesal. Korban dianiya dengan cara dihempaskan ke lantai, ditampar dan dijejali cabai rawit. Sementara Y, ibu korban yang menyaksikan penganiayaan CM diminta untuk mengambil beras dan garam dan menyiramkannya ke tubuh anaknya.

"Tersangka RH ini kesal karena korban rewel. Kepada Y, RH ini menyatakan ditubuh anaknya ada roh halus jadi harus diusir," imbuhnya.

Y sendiri kabur dari rumah mereka di Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara bersama selingkuhannya Agi beberapa waktu lalu. Mereka kabur ke tempat asal Agi di Bengkalis. Keduanya membawa serta CM.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Pembunuhan Balita...
Kasus Pembunuhan Balita di Bekasi, Polisi Tetapkan Paman Jadi Tersangka
Perlindungan Pekerja...
Perlindungan Pekerja di Bengkalis Diperkuat, Legislator Perindo Dorong Ranperda Jaminan Sosial
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Dapot Hutagalung Dorong...
Dapot Hutagalung Dorong Persyaratan Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Dipersulit
Tragis, Pria Tewas Dibacok...
Tragis, Pria Tewas Dibacok OTK di Cengkareng
Satgas Tetapkan 1 Jaringan...
Satgas Tetapkan 1 Jaringan KKB Tersangka Pembunuhan di Yahukimo
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Rekomendasi
Apindo: DSI Bisa Perkuat...
Apindo: DSI Bisa Perkuat Tata Kelola Ekspor Tanpa Menambah Beban Dunia Usaha
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Berita Terkini
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Infografis
Jumlah Dokter di Indonesia...
Jumlah Dokter di Indonesia Kurang dan Tidak Merata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved