Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran Naik, Wagub DKI: Ada Kelonggaran Protokol Kesehatan

Selasa, 27 April 2021 - 00:21 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Klaster...
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza).Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengakui munculnya klaster penularan Covid-19 di perkantoran karena adanya pelanggaran protokol kesehatan. Beberapa pekan terakhir ini kasus Covid-19 dari klaster perkantoran di Jakarta mengalami peningkatan.

"Memang klaster perkantoran terjadi peningkatan, dalam beberapa minggu terakhir, memang kita tahu belakangan memang terjadi beberapa pelonggaran, tetapi pelonggarannya tidak signifikan, tetap dalam kapasitas yang lama yaitu 50%, jam operasional tetap dibatasi, semuanya tetap dibatasi, sekalipun ada pelonggaran dan kita minta semuanya termasuk perkantoran melaksanakan protokol kesehatan," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/4/2021).

Atas peningkatan itu, lanjut Ariza, pihaknya sedang melakukan pengecekan kembali apa yang menjadi penyebab.
"Apakah terjadinya di perkantoran itu sejak di rumah diawali dengan klaster rumah misalnya, apakah di perjalanan pergi, di perjalanan pulang atau di kantor itu sendiri, atau di tempat-tempat lain, ini memang sedang kita cek kembali," ujarnya.

Ariza pun mengharap sangat di perkantoran dapat lebih mempercepat protokol kesehatan. Baca: Pengelola Gandeng Penghuni Apartemen Tanggulangi Sebaran COVID-19

"Sekalipun kita sekarang cukup baik dan sukses melaksanakan vaksinasi di indonesia dan di Jakarta tetapi tidak berarti kita lengah apalagi mengabaikan prokes, justru semakin tingginya vaksinasi di Jakarta kami minta justru semakin ditingkatkan prokes atau 3M, sehingga dapat mempercepat proses penurunan penyebaran yang pada akhirnya dapat memutus penyebaran," terangnya.

Menurut politis Partai Gerindra itu, meskipun sudah divaksinasi namun para pekerja harus tetap memperhatikan protokol kesehatan."Jadi jangan sebaliknya, karena vaksinnya tinggi kemudian kita malah melonggarkan atau lengah dan sebagainya. Jadi semakin tinggi vaksinnya, kita ikut berjuang bersama peningkatan vaksin dengan cara meningkatkan upaya-upaya tindakan kita sesuai dengan prokes. Terus tingkatkan juga evaluasi, pengawasan," ucap Ariza.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Australia di Piala AFF U-19 2026
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Berita Terkini
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Dukung Program MBG,...
Dukung Program MBG, Wali Kota Tangsel: Gizi Anak Jadi Prioritas Pembangunan SDM
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
Infografis
Menteri Kesehatan Akan...
Menteri Kesehatan Akan Naturalisasi Dokter agar Nakes Naik Kelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved