6 Kelompok OPM Berkumpul di Kabupaten Puncak, Maskapai Swasta Belum Berani Mengudara di Beoga

loading...
6 Kelompok OPM Berkumpul di Kabupaten Puncak, Maskapai Swasta Belum Berani Mengudara di Beoga
Sejumlah maskapai penerbangan swasta belum berani mengudara lewat Bandara Beoga pasca aksi pembunuhan guru, pelajar dan pembakaran sekolah oleh KKB. Foto pesawat milik Pemkab Puncak diBandara Beoga/Ist
ILAGA - Meski situasi keamanan di Beoga Kabupaten Puncak, Papua telah kondusif pasca aksi pembunuhan guru, pelajar dan pembakaran sekolah oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) , atau lebih dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional (TPNPB) Organisasi papua Merdeka (OPM) namun sejumlah maskapai penerbangan swasta belum berani mengudara lewat Bandara Beoga.

Penyebabnya ada informasi telah berkumpulnya sejumlah kelompok OPM di Ilaga dan Beoga, Kabupaten Puncak. Selain itu sebelumnya evakuasi jenazah Oktavianus Rayo dan Yonatan Renden guru yang ditembak OPM sempat tertunda akibat ujung Bandara Beoga dikuasai KKB.

Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews hanya pesawat Grand Caravan Cesna milik milik Pemkab Puncak yang masih mengudara. Sementara maskapai swasta seperti Susi Air, Jon Line, MAF, AMA, Asian One, dan Demonim belum berani mengudara.

Baca: 6 Kelompok OPM Disebut Telah Berkumpul di Ilaga, Pasukan TNI-Polri Disiagakan


"Pesawat juga belum semua maskapai berani masuk ke Beoga, mereka minta jaminan keamanan,hanya yang berani adalah pesawat milik Pemda Puncak," kata Marcus salah seorang warga kepada SINDOnews.

Namun menurut dia, meski pesawat milik Pemkab Puncak telah mengudara namun jadwal tetap Ilaga-Beoga belum ada. "Ini sifatnya masih charter ± 15jt, tim-Beoga kalau subsidi Rp300 ribu lebih, ikut charteran barang antara Rp1,8-Rp2 juta," kata dia.



Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, pasca terjadinya aksi pembunuhan dua guru kemudian pembakaran sekolah yang ada di Beoga, saat ini situasi di Beoga sudah kondusif karena keberadan pasukan TNI-Polri sudah berada di Beoga, Kabupaten Puncak.

"Oleh karena itu, kami selalu mengimbau kepada warga masyarakat agar tetap waspada ketika akan melaksanakan aktifitas serta perhatikan situasi dan kondisi. Komunikasikan dengan aparat keamanan jika akan melaksanakan perjalanan di beberapa titik Pegunungan Tengah yang mana agar bisa termonitor dan bisa dijaga oleh TNI-Polri di sana," kata Kombes AM Kamal.

Sementara rombongan Bupati Puncak Papua Willem Wandik, bersama dengan Danrem 173/PVB Biak Brigjen TNI Iwan setiawan, berkunjung ke Distrik Beoga, dalam rangka memastikan kondisi di Distrik Beoga aman dan kondusif.

Kedatangan mereka disambut gembira oleh masyarakat setempat,selanjutnya dilakukan pertemuan di samping Lapangan Terbang Beoga, Kamis (22/4/2021).

Ikut serta dalam rombongan Bupati dan Danrem, ada juga Kapolres Puncak Kompol I nyoman Punia, dan juga Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah.

Baca: Bupati Puncak Marah KKB Membunuh dan Langgar Adat Papua




Dalam pertemuan tersebut, dilakukan juga dialog dengan masyarakat, dimana masyarakat meminta kepada Danrem dan Bupati.

"Agar aparat keamanan maupun pemerintah bisa menjamin keamanan, sehingga kondisi stabilitas keamanan di Distrik Beoga, benar-benar pulih seperi sedia kala. Aktifitas ekonomi, seperti Bank Papua bisa kembali di Buka, begitu juga pendidikan dan pelayanan kesehatan. Sebab sejak kejadian penembakan guru dan sekolah dibakar di Kampong Julokoma, Beoga, 9 April, pekan lalu, ternyata meninggalkan trauma yang mendalam bagi warga setempat. Bahkan aktifitas perekonomian,pendidikan,pemerintahan dan pelayanan kesehatan lumpuh total,karena sebagian masyakat pendatang sudah memilih mengungsi keluar Distrik, sementara yang tinggal warga asli, sebagian juga lari meninggalkan kampungnya,karena takut," tandas Bupati dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top