Wow! Pengembangan Tambak Udang Vaname Manfaatkan Satelit Amerika

Jum'at, 16 April 2021 - 11:21 WIB
loading...
Wow! Pengembangan Tambak...
Andi Hamim Zaidan, M.Si, Ph.D, bersama tim Lembaga Ilmu Hayati Teknik dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga mengembangkan teknik baru pengukuran kualitas air manfaatkan teknologi hiperspektral untuk budidaya tambak udang Vaname.SINDOnews/Ist
A A A
SURABAYA - Udang Vaname menjadi salah satu komoditas ekspor yang terus meningkat setiap tahunnya dari Indonesia. Sentuhan teknologi diyakini mampu meningkatkan hasil panen udang Vaname melalui pemantauan air dan lokasi yang tepat.

Selama ini dalam pembudidayaan udang Vaname dibutuhkan perhatian khusus, terutama kualitas air tambak. Para petani tambak udang Vaname melakukan pengukuran kualitas air tambak menggunakan teknik pengukuran parameter kualitas air secara konvensional. Baca juga: Pemprov Jatim Kembangkan Inovasi Budidaya Udang Vaname Skala Rumah Tangga

Andi Hamim Zaidan, M.Si, Ph.D, bersama tim Lembaga Ilmu Hayati Teknik dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga mengembangkan teknik baru pengukuran kualitas air manfaatkan teknologi hiperspektral untuk budidaya tambak udang Vaname yang bekerja sama dengan PT. Surya Windu Kartika dari Banyuwangi.

“Kami menawarkan solusi yang lebih praktis dan jauh lebih mudah, murah, dan juga lebih baik. Sehingga nanti, para petani tambak bisa melakukan praktis budidaya udang vanamei lebih baik. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen persiklusnya,” kata Zaidan, Jumat (16/4/21).

Ia melanjutkan, dalam pengembangan teknologinya, selain membuat sistem hiperspektral juga memanfaatkan satelit milik Amerika dan Eropa, yakni LANDSAT dan SENTINEL. Satelit-satelit tersebut digunakan sebagai surveillance untuk melihat kondisi tambak dan sekitarnya.

Bahkan, data perairan seluruh Indonesia 10 tahun terakhir telah dipetakan dan dianalisis. Data tersebut digunakan untuk mengetahui area perairan mana yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tambak udang vanname. Baca juga: Mengelola Bisnis Budidaya Ikan dengan Teknologi Internet

“Sehingga nanti kalau ada pengusaha untuk berminat membuka tambak baru, kita bisa memberikan data strategis lokasi-lokasi mana di Indonesia yang bisa dibuka untuk tambak udang vanamei,” jelas dosen Fisika itu.

Zaidan mengungkapkan, dalam riset tersebut dikembangkan teknologi big data dan artificial intelligence. Sehingga data baik dari satelit maupun sistem hiperspektral yang dikembangkan dapat diolah dan bisa didapatkan data-data strategis sesuai dengan kebutuhan.

Dalam pengolahan data, untuk mendapatkan parameter-parameter yang dibutuhkan dipilih kombinasi panjang gelombang dari satelit dan sistem hiperspektral yang dikembangkan. Kemudian dibuat satu algoritma untuk mendapatkan parameter-parameter yang dibutuhkan. Seperti distribusi dan kuantitas fitoplankton, potensi penyakit, dan nutrien baik yang ada di tambak maupun di perairan sekitar tambak.

Untuk mengetahui akurasi teknologi baru ini, informasi yang didapat dibandingkan dengan pengukuran di lapangan. Dari riset yang dilakukan, didapatkan hasil yang sangat baik.

Salah satu kelemahan surveillance dengan satelit adalah panjang gelombang yang tersedia terbatas, selain itu resolusinya kurang baik. Dengan begitu, tim LIHTR juga sedang mengembangkan teknologi yang dapat menangkap dari 300 hingga 315 panjang gelombang dengan resolusi yang baik.

“Tapi memang kalau device kita sendiri memang terbatas. Artinya tidak bisa seperti satelit yang bisa meng-cover seluruh dunia. Jadi memang biasanya dipakai di tambak-tambak untuk melakukan surveillance kualitas air,” katanya. Baca juga: Pelaku Usaha Keluhkan Pasokan Udang Minim, Ini Kata Menteri Trenggono

Dalam jangka panjang, teknologi hiperspektral nantinya akan dicoba dalam bidang medis sebagai alat diagnostik. “Selain untuk pertanian dan budidaya perairan, kami akan manfaatkan untuk aplikasi kesehatan nantinya,” jelasnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panen Raya Udang...
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
Gudang Motor Ilegal...
Gudang Motor Ilegal di Jaksel Sudah Ekspor 99 Ribu Unit, Potensi Kerugian Negara Rp177 Miliar
DPR Khawatirkan Udang...
DPR Khawatirkan Udang Lokal di Serang Banten Terpapar Radioaktif Cesium 137
Ekspor Perdana, Coir...
Ekspor Perdana, Coir Net Warga Binaan Lapas Ciamis Rambah Pasar Korsel dan Jepang
Ekspor Gula Semut Banyumas,...
Ekspor Gula Semut Banyumas, GP Ansor Optimalkan Patriot Ketahanan Pangan
Hilirisasi Kemiri, BUMDes...
Hilirisasi Kemiri, BUMDes Ngada Siap Ekspor Minyak Rambut hingga Pelembab Kulit
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Rekomendasi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved