Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

PDP COVID-19 Meninggal di Kabupaten Blitar Terus Berjatuhan

loading...
PDP COVID-19 Meninggal di Kabupaten Blitar Terus Berjatuhan
Petugas mengenakan APD menyuntikkan vaksin pada anak ketika program imunisasi di Puskesmas Kalijudan, Kota Surabaya. Foto/Dok.SINDOnews/Ali Masduki
BLITAR - Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 di Kabupaten Blitar, yang meninggal dunia terus bertambah. Pada Rabu (20/5/2020) ini, dua orang PDP dilaporkan kembali meninggal dunia.

(Baca juga: 95 Persen Napi Anak Blitar Diusulkan Remisi Idul Fitri )

Dengan tambahan tersebut, total PDP di Kabupaten Blitar yang meninggal dunia menjadi 17 orang. "Betul ada tambahan dua PDP meninggal dunia," ujar Krisna Yekti juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Blitar, Rabu (20/5/2020) malam.

Dua PDP yang meninggal dunia merupakan warga Kecamatan Kanigoro dan Kecamatan Udanawu. Satu PDP dengan usia 47 tahun memiliki riwayat sebagai pengidap tubercolusis (TBC). Meski ditetapkan PDP COVID-19, kata Krisna Yekti, yang bersangkutan tidak memiliki riwayat pernah kontak dengan orang-orang yang berasal dari zona merah.

"Pemakaman menggunakan protokoler Covid-19," terang Krisna Yekti. Sedangkan satu PDP lain yang meninggal dunia di waktu yang sama, masih berusia 27 tahun dengan riwayat penderita penyakit jantung.

Menurut Krisna Yekti, petugas sempat melakukan swab test dan rapid test. "Rapid tesnya hasilnya non reaktif," ungkap Krisna Yekti. Selain dua orang PDP baru yang meninggal dunia, Rabu (20/5/2020) ini, ada juga tambahan dua PDP baru yang saat ini diisolasi RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.



Dari hasil penelusuran, satu orang PDP yang berusia 48 tahun tersebut pernah melakukan perjalanan dari Jombang. Selain itu yang bersangkutan juga satu kantor dengan klaster pelatihan haji yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Sedangkan PDP yang dirawat lainya, seorang bocah laki laki berusia 9 tahun. Hasil rapid testnya dinyatakan reaktif. "Mengeluhkan panas, badan lemas dan nyeri perut. Hasil rapid testnya reaktif," kata Krisna Yekti.

Dari laporan Tim Gugus Tugas Kabupaten Blitar Rabu (20/5/2020), jumlah total PDP COVID-19 di Kabupaten Blitar, sebanyak 44 orang. Perinciannya, 17 orang PDP meninggal dunia, 8 PDP masih dirawat dan 19 PDP diizinkan pulang.

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 880 orang. Sebanyak 776 ODP selesai dipantau 14 hari, 73 ODP dalam proses pemantauan, 14 ODP meninggal dunia dan 17 ODP menjalani rawat inap.



Sedangkan jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 10 orang, yakni dengan perincian 5 orang menjalani observasi, 2 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top