Seorang Pria Diduga Dianiaya di Kafe Jakarta Selatan
Rabu, 14 April 2021 - 01:09 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Seorang pria yang bekerja di kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah kafe di Jakarta Selatan.
Pelaku penganiayaan kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya . Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews, penganiayaan itu terjadi pada Selasa 6 April 2021, sekitar pukul 10 malam, di sebuah kafe di Jaksel.
Kuasa hukum korban, Dharma Hutapea mengatakan, dugaan penganiayaan itu dilatarbelakangi adanya persoalan antara perempuan teman dekat pelaku yang tidak senang dengan sikap korban saat berada di kafe tersebut.
"Ya, jadi perempuan yang diduga kekasih pelaku tersebut mengadu atas sikap korban yang dinilai sombong dan tengil, pada suatu acara 3 bulan yang lalu," katanya kepada SINDOnews di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (13/4/2021).
Dilanjutkan Dharma, usai mendapatkan laporan tersebut, pelaku dan korban bertemu di sebuah kafe, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diajak kesana atas undangan atasannya untuk bertemu dengan pelaku. Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Kliennya Membela Diri pada Kasus Dugaan Penganiayaan
"Awalnya klien saya ke kafe itu diajak oleh atasannya untuk bertemu dengan pelaku. Saat semua duduk, pelaku membuka pembicaraan dengan menunjuk-nunjuk korban dan memaksanya meminum setengah botol miras," beber Dharma.
Korban sendiri tidak suka meminum minuman keras. Tetapi karena dipaksa, korban akhirnya menghabiskan setengah botol minuman keras itu tanpa henti. Setelah itu, pelaku memukul wajah korban berkali-kali dan menendangnya.
Pelaku penganiayaan kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya . Berdasarkan informasi yang diterima SINDOnews, penganiayaan itu terjadi pada Selasa 6 April 2021, sekitar pukul 10 malam, di sebuah kafe di Jaksel.
Kuasa hukum korban, Dharma Hutapea mengatakan, dugaan penganiayaan itu dilatarbelakangi adanya persoalan antara perempuan teman dekat pelaku yang tidak senang dengan sikap korban saat berada di kafe tersebut.
"Ya, jadi perempuan yang diduga kekasih pelaku tersebut mengadu atas sikap korban yang dinilai sombong dan tengil, pada suatu acara 3 bulan yang lalu," katanya kepada SINDOnews di Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (13/4/2021).
Dilanjutkan Dharma, usai mendapatkan laporan tersebut, pelaku dan korban bertemu di sebuah kafe, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diajak kesana atas undangan atasannya untuk bertemu dengan pelaku. Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Kliennya Membela Diri pada Kasus Dugaan Penganiayaan
"Awalnya klien saya ke kafe itu diajak oleh atasannya untuk bertemu dengan pelaku. Saat semua duduk, pelaku membuka pembicaraan dengan menunjuk-nunjuk korban dan memaksanya meminum setengah botol miras," beber Dharma.
Korban sendiri tidak suka meminum minuman keras. Tetapi karena dipaksa, korban akhirnya menghabiskan setengah botol minuman keras itu tanpa henti. Setelah itu, pelaku memukul wajah korban berkali-kali dan menendangnya.
Lihat Juga :