Waketum MUI Minta Polisi Usut Video Viral Gerakan Mirip Salat Secepat Kilat
Minggu, 11 April 2021 - 20:45 WIB
loading...
Tiga orang anak-anak, dua pria sebagai makmum dan satu orang sebagai Imam memperagakan gerakan mirip salat.Foto/Tangkapan Layar/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mempertanyakan ritual ibadah yang dilakukan sekelompok orang meniru gerakan salat tapi dengan kecepatan tinggi. Jika itu dilakukan oleh orang yang beragama Islam berarti orang-orang di video tersebut telah menjelekkan agamanya sendiri.
"Kalau mereka menyatakan diri mereka beragama Islam ya itu bukan lagi menghina tapi sudah merusak ajaran islam yang ada dan hal itu jelas tidak boleh dibiarkan karena merusak kemurnian ibadah yang diajarkan oleh nabi," kata Anwar ketika dihubungi SINDOnews, Minggu (11/4/2021).
Anwar meminta agar pihak kepolisian segera mengusut video tersebut. Baca: Viral Gerakan Mirip Salat Secepat Kilat, MUI: Itu Ibadah Ajaran Agama Apa?
"Saya minta pihak kepolisian supaya menghentikan tindakan mereka yang demikian supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ya supaya tidak menimbulkan keresahan dari masyarakat pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian dan MUI setempat datang untuk memberikan penjelasan kepada mereka. Kalau mereka mengaku beragama Islam ya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebuah video viral yang menampilkan tiga orang anak-anak, dua pria sebagai makmum dan satu orang sebagai Imam memperagakan gerakan mirip salat. Video itu tersebar luas di aplikasi percakapan Whatsapp dan media sosial lainnya.
"Kalau mereka menyatakan diri mereka beragama Islam ya itu bukan lagi menghina tapi sudah merusak ajaran islam yang ada dan hal itu jelas tidak boleh dibiarkan karena merusak kemurnian ibadah yang diajarkan oleh nabi," kata Anwar ketika dihubungi SINDOnews, Minggu (11/4/2021).
Anwar meminta agar pihak kepolisian segera mengusut video tersebut. Baca: Viral Gerakan Mirip Salat Secepat Kilat, MUI: Itu Ibadah Ajaran Agama Apa?
"Saya minta pihak kepolisian supaya menghentikan tindakan mereka yang demikian supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ya supaya tidak menimbulkan keresahan dari masyarakat pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian dan MUI setempat datang untuk memberikan penjelasan kepada mereka. Kalau mereka mengaku beragama Islam ya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebuah video viral yang menampilkan tiga orang anak-anak, dua pria sebagai makmum dan satu orang sebagai Imam memperagakan gerakan mirip salat. Video itu tersebar luas di aplikasi percakapan Whatsapp dan media sosial lainnya.
Lihat Juga :