Cegah Stunting, Arumi Bachsin Ingatkan Pentingnya Edukasi Gizi Sejak Remaja

Minggu, 11 April 2021 - 02:11 WIB
loading...
Cegah Stunting, Arumi...
Arumi Bachsin berbicara dalam webinar yang diselenggarakan PP Muslimat NU. Foto/Tangkapan Layar
A A A
SURABAYA - Makanan manis, asin dan mengandung lemak merupakan makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Meskipun aupan lemak rata-rata orang Indonesia hanya 32%, tidak lebih tinggi dibanding negara lain, namun asupan lemak jenuhnya 2 kali lipat dari negara lain. Hal ini adalah sumber dari segala penyakit.

Demikian disampaikan dr. Fiastuti Witjaksono, Dokter Spesialis Gizi Klinis UI dalam webinar yang diselenggarakan PP Muslimat NU. Pada remaja, perilaku konsumsi yang tidak seimbang tersebut terlihat lebih jelas.

“Kita perlu fokus pada remaja, karena saat ketidak tepatan nutrisi akan mempengaruhi status gizi dan kesehatan generasi yang akan datang," katanya.

Kata dia, jika remaja melakukan diet yang salah akan berakibat gangguan pertumbuhan. Dan bila dietnya salah maka akan menjadi remaja yang pendek dan akan melahirkan bayi-bayi yang stunting.

"Ditambah lagi remaja sekarang terbiasa mengkonsumsi fast food dan junk food yang kandungan gula, garam dan lemaknya tinggi,” ujarnya.

dr Fiastuti menuturkan, guna mencegah stunting, pemenuhan gizi remaja perlu diperhatikan.

“Harusnya nutrisi remaja yang mengandung nutrian yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya seperti protein yang tinggi, jangan banyak gula. Dan saya tidak setuju jika anak diberi kental manis karena sama sekali tidak ada gizinya isinya hanya gula,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan RI menyebutkan besaran masalah gizi remaja saat ini terlihat . Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, 1 dari 4 remaja mengalami stunting, 1 dari 7 remaja mengalami kelebihan berat badan serta 50% remaja mengkonsumsi makanan manis lebih dai 1 kali sehari.

Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI Drg. Kartini Rustandi yang hadir dalam kesempatan tersebut juga memaparkan, 1 dari 4 remaja mengalami stunting, 1 dari 7 remaja mengalami kelebihan berat badan serta 50% remaja mengkonsumsi makanan manis lebih dai 1 kali sehari.

"Ini menjadi masalah mengingat remaja adalah investasi negara, calon pemimpin. Karena itu Kementerian Kesehatan mengapresiasi edukasi-edukasi yang dilakukan oleh masyarakat,” jelas Kartini Rustandi.

Sebagaimana diketahui, upaya penanggulangan stunting harus dimulai jauh kebelakang. Yaitu dengan memberi perhatian pada kesehatan remaja dan terutama calon ibu. Sebab stunting bukan hanya persoalan saat anak mengalami persoalan gizi.

Pencegahan stunting harus diawali dengan memastikan calon ibu benar-benar siap menghadapi 1000 HPK.

Sementara, perkembangan kesehatan saat remaja sangat menentukan kualitas seseorang untuk menjadi individu dewasa.

Masalah gizi yang terjadi pada masa remaja akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta berisiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin mengungkapkan, penanganan stunting di wilayahnya adalah prioritas yang langsung dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Intervensi stunting memang harus saat dalam kandungan namun itu saja sudah telat. Moment yang paling tepat adalah ketika remaja, sehingga mereka siap untuk menjadi ibu,” paparnya.

Arumi juga mengakui, saat ini penyumbang terbesar stunting adalah tingginya pernikahan diusia anak.

Penyebabnya adalah kemiskinan, putus sekolah, kurangnya pendidikan baik formal maupun non formal.

Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi tentang gizi disampaikan secara gamblang, salah satunya adalah edukasi mengenai konsumsi kental manis yang masih jamak diberikan masyarakat sebagai minuman untuk anak-anak.

“Terkait kental manis menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Kita harus kedepankan fakta dan disampaikan dengan gamblang. Orang tua dalam hal ini ayah dan ibu harus bekerjasama menjaga anak dan mendidik orang tua (nenek) untuk tidak memberi kental manis kepada anak,” jelas Arumi.

Ketua Bidang VII PP Muslimat NU, Dr.Erna Yulia Soefihara, mengatakan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan SDM unggul, PP Muslimat NU akan terus melakukan edukasi gizi untuk masyarakat.

"Sejak 2018 telah dilakukan kegiatan sosialisasi kebeberapa wiayah di Indonesia untuk mensosialisasikan pentingnya pengetahuan gizi dan peruntukan kental manis. Selain itu juga dilakukan penelitian di beberapa wilayah untuk memperkuat edukasi dan upaya advokasi fakta kental manis diberbagai kalangan,” jelas Erna.

Sebelumnya, YAICI bersama PP Muslimat NU juga telah melakukan penelitian mengenai konsumsi kental manis pada balita di beberapa wilayah di Indonesia. Penelitian dilakukan pada 2020 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku.

Dari penelitian ditemukan 28,96% dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16,97% ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari.

Dari hasil penelitian juga ditemukan sumber kesalahan persepsi ibu, dimana sebanyak 48% ibu mengakui mengetahui kental manis sebagai minuman untuk anak adalah dari media, baik TV, majalah/koran dan juga sosial media dan 16,5% mengatakan informasi tersebut didapat dari tenaga kesehatan.

Temuan menarik lainnya adalah, kategori usia yang paling banyak mengkonsumsi kental manis adalah usia 3–4 tahun sebanyak 26,1%, menyusul anak usia 2 – 3 tahun sebanyak 23,9%.

Sementara konsumsi kental manis oleh anak usia 1 – 2 tahun sebanyak 9,5%, usia 4-5 tahun sebanyak 15,8% dan 6,9% anak usia 5 tahun mengkonsumsi kental manis sebagai minuman sehari-hari.

Baca juga: 16 BPBD Kabupaten/Kota se-Jatim Laporkan Dampak Kerusakan Gempa Bumi Selatan Malang M 6,1

Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mengungkapkan, dilihat dari kecukupan gizi, 13,4% anak yang mengkonsumsi kental manis mengalami gizi buruk, 26,7% berada pada kategori gizi kurang dan 35,2% adalah anak dengan gizi lebih.

Baca juga: Usai Gempa Besar Malang, PJT I Langsung Cek Kondisi Bendungan

"Dari masih tingginya persentase ibu yang belum mengetahui penggunaan kental manis, terlihat bahwa memang informasi dan sosialisasi tentang produk kental manis ini belum merata, bahkan di ibukota sekalipun,” pungkasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Gerakan Pilah Sampah,...
Gerakan Pilah Sampah, Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
Siswa SDN Cibilik Antusias...
Siswa SDN Cibilik Antusias Ikuti Edukasi Lingkungan oleh MNC Peduli dan MNC Tourism
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Film Jadi Media Edukasi bagi Anak dan Keluarga
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan...
Edukasi Jadi Kunci Perkembangan Industri Estetika Medis
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Rekomendasi
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved